Minggu, 29 April 2018

Ketika DI Fitnah

Pernah ngalamin di tuduh atau di fitnah oleh orang yang kita percaya, saya pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan tersebut. Sudah berusaha menjelaskan bahwa bukan saya yang berbuat tetapi tidak di dipercaya. yang bisa saya lakukan hanya berdoa dan tetap melanjutkan hidup sesuai petunjuk Allah.

Indahnya ketika sakit karena difitnah, bila kita bisa diam mengambil hikmah dari hujatan itu….

Karena sesungguhnya sakit itu sendiri tidak ada, karena nampak sekali itu adalah ujian Allah bagi hati yang terbuka! Akan tetapi ketika matahati tertutup yang nampak bukan Tuhan yang memberi rahmat, akan tetapi yang nampak orang yang menfitnah dan menghujat kita anggap sebagai lawan.

Jangan sekali-kali kita mempunyai lawan dan jangan sekali-kali menciptakan lawan!

Sekali merasa mempunyai lawan terganjal sudah perjalananmu menuju kepada Tuhanmu, maka orang selamat tidak punya lawan, ketika disakiti dia tidak pernah membalas dan tidak pernah merasa itu adalah lawan.

Jangan ada kebencian walaupun badai fitnah dihadapanmu! Jangan ada sakit hati walaupun cacian menerpamu! Sekali merasa benci otomatis engkau telah menciptakan lawan, dan besok diakhirat pasti akan ditemukan dan pasti akan dituntut dan saling menuntut.

Sakitnya hati ini indah, kalau kita memandang bahwa semua itu skenario Tuhan, kita harus tunduk dengan sakit itu.

Sungguh indah jikalau cacian, fitnaan dan hinaan dibalas dengan kasih sayang, ternyata cacian, fitnaan dan hinaan membawa kasih sayang.

Maka jangan sekali-kali pernah mengujat orang lain, jangan sekali-kali pernah menyalahkan orang lain karena sekali engkau membenci dan menyalahkan orang lain, maka satu musuh yang kita tanam.


Apabila orang berbuat jahat kepada kita, kita boleh mengambil jalan dengan urutan cara berikut:

Kita tidak membalas
Kita balas dengan cara setimpal
Kita bersabar dengan keburukan yang dilakukan oleh orang kepada kita
Antara akhlak Islam adalah apabila orang lain memperlakukan kita dengan buruk, kita membalasnya dengan berbuat baik, tidak dengan keburukan juga.

Namun, pada saat orang berbuat jahat kepada kita, biasanya tiada yang lain yang akan kita fikirkan kecuali bagaimana membalasnya dengan kejahatan juga.

tetapi saya menyarankan ketika fitnah atau kejahatan tidak harus di balas dengan kejahatan karena hanya akan menimbulkan dendam yang tidak berkesudahan, sebaiknya kita bersabar dan mengalah karena ada Allah akan memberi kasih sayang kepada kita yang bersabar

Walaupun berat perjalanan hidup, semoga Allah meridhoi langkah perjuangan ini… Amin..
READ MORE - Ketika DI Fitnah

Selasa, 24 April 2018

Karena apa yang dari hati akan krmbali kehati

Jika ada orang membenci kita, dan tidak suka apa pun yang kita lakukan. Itu hal yang wajar saja. Tidak semua benci lahir karena kita berbuat salah. Kadang, orang benci karena iri, karena tidak senang dengan hal yang kita capai. Karena tidak suka akan upaya kita memperjuangkan impian kita.

Tidak perlu terlalu dibawa hati, hingga merasa patah semangat. Nabi penyebar agama saja memiliki orang yang membencinya. Presiden yang mengurusi negara, juga punya orang yang membenci. Apakah mereka otomatis salah? belum tentu

Selama kita melakukan hal yang baik. Tumbuh dengan cara yang baik. Bekerja dan berkarya dengan hati. Tetaplah maju melangkah, jalan terus. Sebab, kelak saat kita terus tumbuh. Seseorang yang dengan keras membenci kita, akan kelelahan sendiri.

Tidak perlu buang tenaga dan melakukan hal bodoh untuk menanggapi. Selama mereka tidak membuat kebahagiaan kita berkurang, selama tidak melakukan perbuatan yang membahayakan dan melanggar hukum terhadap kita.

Abaikan sajalah. Fokus sajalah pada impian-impian kita. Di luar sana, ada banyak sekali orang yang ingin tumbuh dan belajar bersama kita. Mereka yang membuka diri untuk hal-hal baik yang kita lakukan. Biarlah kebaikan dan karya yang mempertemukan kita.
it
Percaya saja, meski beberapa orang tidak menyukai kita. Di luar sana ada orang yang jauh lebih banyak, menunggu hasil kerja keras kita. Tetaplah fokus dan semangat mengejar dan mewujudkan impian.

Yang terpenting teruslah tebar kebaikan, karena ap yang kita tebar itulah yang kita tuai, serta tetaplah berbuat baik kepads orang yang benci kita, karena apa yang dari hati akan kembali ke hati dan yang membenci akan dapat menjadi baik kembali... Aamiin
READ MORE - Karena apa yang dari hati akan krmbali kehati

Senin, 23 April 2018

TIada, Ada kembali tiada

Dari tiada ke tiada. Berbahagialah dalam ketiadaanmu.  Kita sebagai manusia lebih mengerti tentang dunia secara nyata.sehingga hati kita tertutup untuk menilai suatu yang pasti akan terjadi pada diri kita. hal ini tidak hanya mengenai kematian tetapi tentang hal yang lebih luas, berawal dari hal yang sama kita kedunia tidak membawa apa=apa dan kita akan meni nggalkan dunia juga tanpa apa-apa.

Hal ini juga terjadi pada setiap persoalan yang kita hadapi selama berproses di dalam kehidupan kita masing-masing. Banyak masalah yang datang tanpa kita sadari dan kita kadang tidak tahu darimana datangnya atau apa penyebabnya. Ketidaktahuan ini membuat kita kadang tidak bisa atau tidak siap menghadapinya ataupun mengatasinya sehingga membutuhkan orang lain untuk membantu kita dalam mengatasinya. Namun jika kita bisa mengetahui setiap penyebab dari maslah yang datang pada kita maka mungkin kita mampu mengahadapinya dan bantuan orang lain hanya akan menjadi media dalam penyelesaiannya.

Ketika masalah tersebut telah teratasi dengan baik maka masalah tersebut menjadi tiada dari hidup kita artinya ada proses dari tiada menjadi tiada kembali. Dari tiada menjadi tiada, ungkapan ini mungkin menjadi pembenaran bagi ungkapan lain yang mengatakan bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini semuanya pasti berubah karena yang abadi hanyalah perubahan itu sendiri. Lalu untuk apa kita perlu mengetahui hal-hal seperti ini. Bukankah cukup buat kita menghadapi kehidupan ini dengan begitu saja bagaikan air yang mengalir??. Perlu bagi kita untuk mengetahui mengapa dan untuk apa sesuatu itu terjadi agar kita bisa mengambil tindakan atau pun keputusan dalam setiap hal yang terjadi pada diri kita, karena pemahaman yang benar akan melahirkan ucapan dan tindakan yang benar. Sehingga dengan demikian ada kemampuan untuk melakukan evaluasi dalam setiap proses yang kita lalui, dan kita juga pada akhirnya mampu menerima setiap kenyataan yang terjadi dalam kehidupan ini.

Dalam filsafat Jawa, dikatakan begini: 'ananing ana kuwi diana anaake' Artinya, kita ada karena diadakan. Kalau kita tidak mengadakannya, maka sesuatu itu pun tidak ada. Tapi, sebagaimana kehidupan manusia yang singkat, 'kehidupan' alam semesta ini pun numpang lewat dalam 'ketiadaan' alam semesta yang panjang. Alam semesta yang sudah berusia sekitar 12 miliar tahun ini suatu ketika bakal lenyap kepada ketiadaan.

Maka Adakah yang kita sombongkan karena keberadaan kita yang hanya sesaat... atau masihkah kita sedih tentang keberadaan masalah yang hanya sementara hinggap di kita, lalu kita harus apa, tetap lah berbuat baik dan berkarya yang akan suatu saat akan jadi sejarah keberadaan kita di dunia ini, bagaimana jika orang berbuat jahat kepada kita, maka sabar saja karena perbuatan jahat mereka hanya sementara maka maafkanlah.. karena keadaan kita hanya sesaat terus lah bermanfaat bagi lingungan sekitar, ingat Prinsip  Tiada, menuju ada kembali ketiada..

READ MORE - TIada, Ada kembali tiada

Hari Baru semanagat baru

HARI BARU SEMANGAT BARU

Pernahkah kita memperhatikan cakrawala pagi di ufuk timur? Sejak fajar hingga terbitnya matahari, selalu ada lukisan indah yang berbeda setiap hari. Seakan ia berkata: selamat datang di pagi yang baru, selalu ada peluang dan harapan baru bersamaan dengan kemunculanku.

Jauh di bawahnya, tepatnya di bumi ini, bersamaan datangnya pagi burung-burung berkicau dengan beragam lagu merdu. Seakan mengajak kita bersemangat mengejar cita.

Pun bunga di taman. Ia menampilkan keindahan dan kesegaran. Dengan beragam warna dan keharuman yang beragam. Seakan memberi pesan: sambutlah pagi dengan kesegaran baru, jalani hari dengan senyummu!

Ya. Setiap datang pagi yang baru, selalu ada harapan dan peluang kesuksesan yang baru. Bahkan setiap pagi ada keberkahan sebagaimana Rasulullah telah mendoakan: “Ya, Allah! Berkahilah umatku pada pagi harinya”. (HR. Ahmad)

Secara fitrah, tubuh kita akan menjadi lebih segar dan fit pada pagi hari. Selepas bangun dari tidur malam, letih dan lelah hilang sudah. “Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat.” (QS. Al Furqan : 47).

Fisik kita telah memberikan sinyal keberkahan pagi. Tinggal semangat dan ruhiyah kita bagaimana memaknainya. Bagi seorang mukmin yang komitmen pada din-Nya, semangat dan ruhiyah itu selalu terbarui pada pagi hari. Ia dimulai saat bangun sebelum fajar tiba. Hati dan lisannya telah bersyukur sejak pertama kali ia membuka mata: Alhamdulillaahilladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kematian kami dan kepadaNya kami kembali.” Lalu ia pergi untuk berwudhu. Air mengenai wajah dan anggota badannya, namun doa dan semangat masuk ke hatinya, mempertegas bangunnya ruh dan jiwa. Mungkin sebelum itu ia ke kamar kecil, di sana ia juga dikuatkan oleh dua doa: doa perlindungan dan doa syukur/ampunan.

Shalat di akhir sepertiga malam menjadi menu penguat ruhiyah berikutnya. Sampai di tahap ini saja, sesungguhnya seorang mukmin telah siap dengan semangat baru untuk meraih sukses di pagi dan siang hari.

“Jika kalian tidur, maka syetan membuat 3 ikatan di kepala kalian yang membuat tidur kalian nyenyak, jika bangun dan berdzikir kepada Allah maka lepaslah satu ikatan, jika wudlu maka lepaslah ikatan kedua dan ketika sholat maka lepaslah ikatan ketiga, maka kalian akan bangun pagi dengan giat dan hati yang bersih, kalau tidak maka kalian akan bangun malas dengan hati yang keruh” (HR Muslim)

Shalat Subuh berjama’ah dan dzikir pagi akan kian meneguhkan semangat dan kebersihan hati yang telah “on” karena wudhu dan shalat malam.

Maka pagi hari, bersamaan dengan terbitnya matahari, kuatlah semangat baru seorang mukmin. Ia yakin, hari ini adalah hari kesuksesannya. Di dalamnya ada keberkahan. Di dalamnya ada rezeki yang telah Allah takdirkan. Di dalamnya ada pembelajaran yang membuatnya semakin dewasa dan matang. Ia memaknai hari baru sebagai halaman baru dari sebuah buku “success story” yang ia tulis dalam sejarah kehidupan. Semangat! [Muchlisin]

Melangkah masuk di ruangan kampus terlihat bunga kuning yang cerah, memancarkan energi positif dalam hari baru, setelah beberapa ujian yang terlewati, alhamdulillah ternyata ada secercah harapan baru..








READ MORE - Hari Baru semanagat baru

Rabu, 18 April 2018

Ingin Menulis Kembali

Di 2007-2008 saya memulai menulis lewat milis-milist, saat itu apa pun saya tulis mulai dari puisi, cerpen, pengalaman hidup,masalah sosial, dll, dengan menulis saya merasakan banyak pengalaman yang saya terima, mulai dari Diundang dalam acara inspirasi dari bapak Hindrangnata Nikolay pakar NLP, diundang sharing di Radio bersama Ibu Itje Guntur dan Bapak eryawan, memdapat kolom khusus di wikimu dari bapak eryawan, bertemu dengan sahabat-sahabat baru, hingga mengenal beberapa teman dari luar negeri yang ingin mendonasikan kepada anak-anak jalanan, dapat undangan mengisi ceramah di masjid di senayan ketika saya menulis tentang wanita berpakaian tetapi telanjang, Berkelanan dengan bapak Jonru Ginting, Bapak Mohammad Yunus, Eko Jalu Santoso, Agus Syafeii dan beberapa rekan motivator yang sangat luar biasa dan banyak hal lain nya yang di dapat dalam menulis.

Seperti hal yang wajar dan lumrah di satu sisi menulis memberi banyak manfaat, tetapi ada pula beberapa sahabat yang berpenilaian negatif terhadap kita, tetapi saya tidak mengambil pusing tentang hal itu, karena tujuan saya menulis hanya sebagai berbagi pengalaman, memberi beberapa opini, saya berfikir kalau tidak suka atau mengganggu ya sudah tidak usah dibaca saja tulisan saya, karena di dalam tulisan saya, saya tidak akan pernah menyerang orang, atau beropini negatif. karena keinginan saya untuk berbagi hal positif dan memberi motivasi kepada sahabat yang membutuhkan, karena tulisan saya hanya tulisan sederhana tidak lah sehebat karya penulis-penulis handal.

Meskipun kita mencoba keras, tapi tetap saja tidak akan bisa. Karena pada hakikatnya ada saja orang yang tidak suka dengan tingkah laku kita. Tidak peduli apapun yang kita lakukan, takkan pernah membuatnya tersenyum. Maka, berhentilah mencoba membuat semua orang yang itu bahagia, ingat dunia hanya akan selalu diisi hal positif dan negatif, dan yang harus kita lakukan jika mendapat hal negatif harus lah di netralisir dengan fikiran positif kita agar tidak tertular tentang hal negatif tersebut, yang bisa kita lakukan hanyalah terus berfikir positif.

Setelah lama fakum dalam menulis, mba Maria Eugeny ardiwinata selalu memotivasi saya untuk kembali menulis, memang memulai sesuatu yang sudah lama terhenti itu berat, tetapi dalam beberapa hal sahabat saya itu selalu mendorong saya untuk terus menulis, makasih ya mba maria. mengutip perkataan seorang dosen kuliah, manusia ada saat berfirikir, maka dalam menulis kita dilatih untuk berfikir dan seperti yang kita ketahui sejarah dimulai pada saat manusia mengenal tulisan, maka bagi kawan-kawan yang ingin menulis segera lakukan, mulailah dengan menulis hal kecil, karena sebuah langkah besar selalu di awali dengan sebuah langkah awal. terkadang kegagalan dalam menulis karena kita malas mencoba dan kita terlalu memberi batasan-batas terhadap apa yang akan kita tulis.

Kepada sahabat yang fasih dalam menulis status di facebook, Path, Twitter, itu adalah sebuah tulisan juga, mengapa tidak di kembangkan maka anda akan mendapat banyak pengalaman. Menulislah bukan karena kita sudah lebih banyak ilmu dari orang lain, tetapi menulis merupakan upaya untuk mengingat ilmu atau pengalaman yang telah kita peroleh. Mencatatnya agar dapat kita baca kembali ketika ingatan kita mulai memudar. Menulis bukan terbatas mengungkapkan isi kepala, namun menguraikan isi hati. Harapan saya ketika menulis adalah semoga tulisan saya menjadi jejak yang bermanfaat bagi orang lain, menjadi media yang ikut berkontribusi untuk perubahan yang lebih baik. MEnulis juga mengajarkan kita tawadhu dan menghargai hasil karya orang lain, serta dalam islam dikatakan 3 amal yang tidak akan putus salah satunya adalah ilmu bermanfaat, Dan semoga apa yang saya tulis bermanfaat, dan menjadi ladang pahala saya ketika mungkin saya sudah meninggal. Menjadi sebuah amal jariiyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin Yaa Robbal ‘Alamin.
READ MORE - Ingin Menulis Kembali

Selasa, 17 April 2018

Alhamdulillah Dapat ujian..

Saya akhir-akhir ini mengalami berbagai macam musibah yang beruntun dari Lift yang jatuh, Sakit, kehilangan sesuatu tapi dibalik semua ini saya ikhlas Ada kekuatan yang jauh lebih besar yang mengatur datangnya berbagai musibah ini agar saya merenung dan instropeksi akan keagungan kekuatan-Nya yang dahsyat. Sesungguhnya TUhan Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua yang dilaksanakan dan ditetapkan-Nya. Allah Ta’ala Mengingatkan Saya dari  perbuatan yang dilarang Allah SWT.

“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah: 155-157)

Kalimat diatas (inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) merupakan obat paling mujarab dan paling  bermanfaat bagi orang yang tertimpa musibah, baik didunia maupun diakhiratnya. Kalimat diatas mengandung dua prinsip agung, jika seseorang hamba benar-benar memahami kedua prinsip itu, ia akan terhibur dari musibah yang menimpanya.

Bahwa seorang hamba beserta keluarga dan hartanya benar-benar merupakan milik Allah Ta’ala. Milik Allah itu jelas diserahkan kepada hamba sebagai pinjaman, maka jika Allah mengambil kembali pinjaman itu darinya, kedudukannya seperti pemberi pinjaman yang mengambil barang yang dipinjam.

Tempat kembali seorang hamba adalah Allah, tuannya yang sejati. Ia pasti meninggalkan dunia dibelakangnya dan menghadap Rabb-nya seorang diri, sebagaimana ketika pertama kali ia diciptakan-Nya, tanpa ditemani keluarga, harta dan kerabatnya, melainkan hanya ditemani oleh amal kebajikan dan amal kejahatan. Jika demikian asal muasal seorang hamba, apa yang ditinggalkannya dan akhir hidupnya, bagaimana ia bisa bergembira dengan sesuatu yang ada atau berduka atas segala sesuatu yang tiada. Jadi, berpikir tentang asal muasal dan akhir kehidupan merupakan terapi paling mujarab terhadap penyakit ini.Kita perlu melakukan instrospeksi terhadap diri kita sendiri, mungkin musibah yang terjadi selama ini disebabkan dosa-dosa yang kita perbuat.

Musibah dan kekecewaan tidak mesti diratapi terlalu lama. Sering kali kita harus bersyukur bahwa musibah memang membawa kekecewaan hidup, tetapi pada saat bersamaan kita bisa merasakan adanya kedekatan khusus diri kita dengan Tuhan. Sering kali justru rasa kedekatan itu lebih menonjol ketimbang rasa kekecewaan itu. Ini artinya, musibah membawa nikmat dan betul-betul musibah terasa sebagai “surat cinta” Tuhan kepada kekasih-Nya.

Ikhlas yang sesungguhnya memberikan rasa optimistis ke dalam diri setiap orang. Orang yang menjalani keikhlasan penuh tidak akan pernah merasa sedih, sakit, lelah, dan kecewa karena semua yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT. Alhamdulillah Musibah.

READ MORE - Alhamdulillah Dapat ujian..

Selasa, 05 Desember 2017

Kepemimpinan Transformasional

Kepemimpinan Transformasional

Pembicaraan mengenai organisasi tidak akan terlepas dari konsepsi kepemimpinan Apakah Anda pernah berada dalam sebuah kelompok yang mana seseorang mengambil alih situasi dengan menyampaikan visi yang jelas dari tujuan kelompok tersebut, yang memiliki semangat untuk pekerjaannya, dan memiliki kemampuan untuk membuat kelompok merasa lebih semangat dan energic? Orang ini mungkin saja apa yang disebut pemimpin transformasional.

Definisi kepemimpinan, menurut Terry (Kartono 1998 : 38) Kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang-orang agar mereka suka berusaha mencapai tujuan-tujuan kelompok. Menurut Ordway Teod dalam bukunya ”The Art Of Leadership” (Kartono 1998 : 38). Kepemimpinan merupakan kegiatan mempengaruhi orang-orang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan. Kepemimpinan dapat terjadi dimana saja, asalkan seseorang menunjukkan kemampuannya mempengaruhi perilaku orang lain ke arah tercapainya suatu tujuan tertentu.

Konsep kepemimpinan transformasional awalnya diperkenalkan oleh ahli kepemimpinan dan penulis biografi presiden James MacGregor Burns. Menurut Burns, kepemimpinan transformasional dapat dilihat ketika "para pemimpin dan pengikut membuat satu sama lain untuk maju ke tingkat yang lebih tinggi dengan moral dan motivasi." Melalui kekuatan visi dan kepribadian mereka, pemimpin transformasional mampu menginspirasi pengikut untuk mengubah harapan, persepsi, dan motivasi untuk bekerja menuju tujuan bersama. Kemudian, peneliti Bernard M. Bass Memperluas ide asli Burns untuk mengembangkan apa yang sekarang disebut sebagai Bass 'Teori Kepemimpinan Transformasional.
Menurut Bass (1998) dalam Swandari (2003) mendefinisikan bahwa kepemimpinan transformasional sebagai pemimpin yang mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi bawahan dengan cara-cara tertentu. Dengan penerapan kepemimpinan transformasional bawahan akan merasa dipercaya, dihargai, loyal dan respek kepada pimpinannya. Pada akhirnya bawahan akan termotivasi untuk melakukan lebih dari yang diharapkan.

Menurut O’Leary (2001) kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan yang digunakan oleh seseorang manajer bila ia ingin suatu kelompok melebarkan batas dan memiliki kinerja melampaui status quo atau mencapai serangkaian sasaran organisasi yang sepenuhnya baru. Kepemimpinan transformasional pada prinsipnya memotivasi bawahan untuk berbuat lebih baik dari apa yang bisa dilakukan, dengan kata lain dapat meningkatkan kepercayaan atau keyakinan diri bawahan yang akan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja.

Young dalam Kartono (1998) mendefinisikan bahwa kepemimpinan adalah bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu, berdasarkan akseptasi atau penerimaan oleh kelompoknya dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi khusus.
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa esensi kepemimpinan adalah upaya seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar berperilaku sesuai dengan yang diinginkan olehnya. Dalam rangka mempengaruhi orang lain, seorang pemimpin mempunyai banyak pilihan gaya kepemimpinan yang akan digunakannya. Salah satu gaya kepemimpinan yang relatif populer adalah kepemimpinan transformasional.
Konsepsi Kepemimpinan Transformasional
Konsepsi kepemimpinan transformasional pertama kali dikemukakan oleh James McGregor Burns. Dalam kaitannya dengan kepemimpinan transformasional, Bernard Bass (Stone et al, 2004) mengatakan sebagai berikut: “Transformational leaders transform the personal values of followers to support the vision and goals of the organization by fostering an environment where relationships can be formed and by establishing a climate of trust in which visions can be shared”. Selanjutnya, secara operasional Bernard Bass (Gill et al, 2010) memaknai kepemimpinan transformasional sebagai berikut: “Leadership and performance beyond expectations”. Sedangkan Tracy and Hinkin (Gill dkk, 2010) memaknai kepemimpinan transformasional sebagai berikut: “The process of influencing major changes in the attitudes and assumptions of organization members and building commitment for the organization’s mission or objectives”.
Dari beberapa pengertian tersebut kepemimpinan transformasional merupakan gaya kepemimpinan yang berupaya mentransformasikan nilai-nilai yang dianut oleh bawahan untuk mendukung visi dan tujuan organisasi. Melalui transformasi nilai-nilai tersebut, diharapkan hubungan baik antar anggota organisasi dapat dibangun sehingga muncul iklim saling percaya diantara anggota organisasi.
Seorang pemimpin dikatakan bergaya transformasional apabila dapat mengubah situasi, mengubah apa yang biasa dilakukan, bicara tentang tujuan yang luhur, memiliki acuan nilai kebebasan, keadilan dan kesamaan. Pemimpin yang transformasional akan membuat bawahan melihat bahwa tujuan yang mau dicapai lebih dari sekedar kepentingan pribadinya. Sedangkan menurut Yukl kepemimpinan transformasional dapat dilihat dari tingginya komitmen, motivasi dan kepercayaan bawahan sehingga melihat tujuan organisasi yang ingin dicapai lebih dari sekedar kepentingan pribadinya.
Kepemimpinan transformasional secara khusus berhubungan dengan gagasan perbaikan. Bass menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional akan tampak apabila seorang pemimpin itu mempunyai kemampuan untuk:
1) Menstimulasi semangat para kolega dan pengikutnya untuk melihat pekerjaan mereka dari beberapa perspektif baru.
2) Menurunkan visi dan misi kepada tim dan organisasinya.
3) Mengembangkan kolega dan pengikutnya pada tingkat kemampuan dan potensial yang lebih tinggi.
4) Memotivasi kolega dan pengikutnya untuk melihat pada kepentingannya masing-masing, sehingga dapat bermanfaat bagi kepentingan organisasinya.
Sedangkan berdasarkan hasil penelitian Devanna dan Tichy karakteristik dari pemimpin transformasional dapat dilihat dari cara pemimpin mengidentifikasikan dirinya sebagai agen perubahan, mendorong keberanian dan pengambilan resiko, percaya pada orang-orang, sebagai pembelajar seumur hidup, memiliki kemampuan untuk mengatasi kompleksitas, ambiguitas, dan ketidakpastian, juga seorang pemimpin yang visioner.
kepemimpinan transformasional (transformational leadership) istilah transformasional berinduk dari kata to transform, yang bermakna mentransformasilkan atau mengubah sesuatu menjadi bentuk lain yang berbeda. Seorang pemimpin transgformasional harus mampu mentransformasikan secara optimal sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang bermakna sesuai dengan target yang telah ditentukan. Sumber daya dimaksud bias berupa SDM, Fasilitas, dana, dan factor eksternal organisasi. Dilembaga sekolah SDM yang dimaksud dapat berupa pimpinan, staf, bawahan, tenaga ahli, guru, kepala sekolah, dan siswa.
Konsep awal tentang kepemimpinan transformasional ini dikemukakan oleh Burn yang menjelaskan bahwa kepemimpinan transformasional adalah sebuah proses di mana pimpinan dan para bawahannya untuk mencapai tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi. Para pemimpin transformasional mencoba menimbulkan kesadaran dari para pengikut dengan menentukan cita-cita yang lebih tinggi dan nilai-nlai moral seperti kemerdekaan, keadilan, dan bukan didasarkan atas emosi kemanusiaan, keserakahan,kecemburuan, atau kebencian.
Tingkat sejauhmana seorang pemimpin disebut transformasional terutama diukur dalam hubungannya dengan efek pemimpin tersebut terhadap para pengikut. Para pengikut seorang pemimpin transformasional merasa adanya kepercayaan, kekaguman, kesetiaan, dan hormat kepada pememimpin tersebut, dan mereka termotivasi untuk melakukan lebih dari pada yang awalnya diharapkan terhadap mereka.
Adapun, karakteristik kepemimpinan transformasional menurut Avolio dkk (Stone et al, 2004) adalah sebagai berikut:
(1) Idealized influence (or charismatic influence)
Idealized influence mempunyai makna bahwa seorang pemimpin transformasional harus kharisma yang mampu “menyihir” bawahan untuk bereaksi mengikuti pimppinan. Dalam bentuk konkrit, kharisma ini ditunjukan melalui perilaku pemahaman terhadap visi dan misi organisasi, mempunyai pendirian yang kukuh, komitmen dan konsisten terhadap setiap keputusan yang telah diambil, dan menghargai bawahan. Dengan kata lain, pemimpin transformasional menjadi role model yang dikagumi, dihargai, dan diikuti oleh bawahannya.
(2) Inspirational motivation
Inspirational motivation berarti karakter seorang pemimpin yang mampu menerapkan standar yang tinngi akan tetapi sekaligus mampu mendorong bawahan untuk mencapai standar tersebut. Karakter seperti ini mampu membangkitkan optimisme dan antusiasme yang tinggi dari pawa bawahan. Dengan kata lain, pemimpin transformasional senantiasa memberikan inspirasi dan memotivasi bawahannya.
(3) Intellectual stimulation
Intellectual stimulation karakter seorang pemimpin transformasional yang mampu mendorong bawahannya untuk menyelesaikan permasalahan dengan cermat dan rasional. Selain itu, karakter ini mendorong para bawahan untuk menemukan cara baru yang lbih efektif dalam menyelesaikan masalah. Dengan kata lain, pemimpin transformasional mampu mendorong (menstimulasi) bawahan untuk selalu kreatif dan inovatif.
(4) Individualized consideration
Individualized consideration berarti karakter seorang pemimpin yang mampu memahami perbedaan individual para bawahannya. Dalam hal ini, pemimpin transformasional mau dan mampu untuk mendengar aspirasi, mendidik, dan melatih bawahan. Selain itu, seorang pemimpin transformasional mampu melihat potensi prestasi dan kebutuhan berkembang para bawahan serta memfasilitasinya. Dengan kata lain, pemimpin transformasional mampu memahami dan menghargai bawahan berdasarkan kebutuhan bawahan dan memperhatikan keinginan berprestas dan berkembang para bawahan.


 kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi bawahan atau kelompok untuk bekerja sama mencapai tujuan organisasi atau kelompok. kepemimpinan transformasionalmencakup upaya perubahan terhadap bawahan untuk berbuat lebih positif atau lebih baik dari apa yang biasa dikerjakan yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja.
Pemimpin transformasional umumnya energik, antusias, dan penuh gairah. Tidak hanya para pemimpin ini memperhatikan dan terlibat dalam proses; mereka juga difokuskan untuk membantu setiap anggota kelompok untuk berhasil juga.
Pemimpin transformasional adalah mereka yang merangsang dan menginspirasi pengikut untuk kedua mencapai hasil yang luar biasa dan, dalam proses, mengembangkan kemampuan kepemimpinan mereka sendiri. Pemimpin transformasional membantu pengikut tumbuh dan berkembang menjadi pemimpin dengan menanggapi kebutuhan pengikut individu dengan memberdayakan mereka dan dengan menyelaraskan tujuan dan sasaran dari para pengikut individu, pemimpin, kelompok, dan organisasi yang lebih besar. "
Komponen Gaya Kepemimpinan Transformasional
Sebuah gaya kepemimpinan bisa dikatakan sebagai gaya kepemimpinan yang transformasional apabila memiliki beberapa komponen tertentu. Berikut ini adalah beberapa komponen dari gaya kepemimpinan transformasional:
Karisma

Karisma merupakan komponen pertama yang harus muncul dalam gaya kepemimpinan seorang leader / pemimpin. Karisma merupakan hal yang dapat mempengaruhi orang lain dan mampu untuk memperoleh rasa cinta dari anak buah dan membuat anak buah menjadi percaya diri dan saling percaya terhadap pemimpinnya.
Karisma dapat ditunjukkan dengan sikap pemimpin yang percaya dirinya tinggi, idealisme kuat, dan juga memiliki keyakinan yang kuat dan juga matang. Hal ini akan membuat gaya kepemimpinan yang transformasional akan berjalan dengan efektif.
Pertimbangan Individual

Gaya kepemimpinan transformasional sangat mengutamakan pertimbangan individual, yang merupakan perilaku yang bersahabat, saling adanya kepercayaan, saling menghormati, dan hubungan yang sangat hangat di dalam kerja sama antara pemimpin dengan anggota kelompok.
Stimulasi Intelektual

Stimulasi intelektual merupakan kemampuan seorang pemimpin dalam menciptakan, menafsirkan dan mengelaborasi simbol yang muncul dalam kehidupan, dan mengajak bawahan untuk berpikir dengan cara-cara benar. Hal ini berkaitan dengan inovasi, profesionalisme, dan pengembangan ide-ide baru yang berkaitan dengan bawahan dan juga organisasi.

Para peneliti telah menemukan bahwa gaya kepemimpinan ini dapat memiliki efek positif pada kelompok. "Bukti Penelitian jelas menunjukkan bahwa kelompok yang dipimpin oleh pemimpin transformasional memiliki tingkat lebih tinggi dari kinerja dan kepuasan dibandingkan dari kelompok yang dipimpin oleh jenis lain dari pemimpin," jelas psikolog dan ahli pimpinan Ronald E. Riggio dalam sebuah artikel yang muncul di situs Today Psikologi. Pasalnya, ia menyarankan, adalah bahwa pemimpin transformasional percaya bahwa para pengikut mereka dapat melakukan yang terbaik, anggota kelompok yang mengarah ke merasa terinspirasi dan diberdayakan.
Contoh Pemimpin nasional yang tranformational

Sosok Jokowi adalah figure yang cerdas, dan pandai dalam memimpin kota Solo dan Jakarta sebagai Ibukota Negara yang cukup rumit, kompleks dalam segala konstelasi ekonomi, politik, sosial, agama, kemanan, dan etnis. Namun Model kepemimpinan transfomasional. kepemimpinan transformasional sebagai kemampuan yang dimiliki seorang pemimpin untuk mempengaruhi anak buahnya, sehingga mereka akan percaya, meneladani, dan menghormatinya.

Kompetensi transformasional seorang pemimpin mungkin dapat diukur dari kemampuannya dalam membangun sinergi dari seluruh pegawai melalui pengaruh dan kewenangannya sehingga lebih berhasil dalam mencapai visi dan misi organisasinya. Inilah yang didopsi oleh Jokowi dengan dicampur dengan model kepemimpinan budaya Jawa, lesehan,berani, moralis, demokratis, dan karismatis, sehingga beliau disegani, disayangi, dihormati oleh rakyatnya.
Gaya kepemimpinan seperti inilah sekarang yang diidam-idamkan oleh seluruh masyarakat Indonesia, semua masyarakat menanti pemimpin negeri ini dimasa pasca Susilo Bambang Yudhoyono, bisa lebih memposisikan sebagai pemimpin yang multi Jokowi saat ini agar bangsa ini semakin menjadi negeri yang terhomat dimata rakyat, dan bangsa lain di dunia ini. Sebagai ekspektasi yang tidak boleh putus asa.
READ MORE - Kepemimpinan Transformasional

Rabu, 15 November 2017

Pola Boneka Danbo 1


Harga BONEKA DANBO yang asli cukup Malah Harganya. lebih baikkan buat sendiri dan melatih kreatifitas diri kita ,, oleh karena itu Akram Berbagi membuat artikel ini untuk sobat semua !!
untuk membuat Danbo cara nya mudah tinggal Simpan gambar di bawah ini ke Komputer / Laptop Sobat , lalu print lah gambar tersebut, dan langkah terakhir gunting menurut seketsa yang ada pada gambar .

Sedikit Pengertian  Tentang Boneka Danbo 

"DANBO adalah kependekan dari Danboard, dibuat dari kertas karton board. Boneka ini adalah kreasi dari Azuma Kiyohiko seorang komikus serial manga Yotsuba. Bentuk boneka ini sangat unik, yaitu action figure dengan penampilan seperti manusia dengan ukuran mini 7 cm dan 13 cm. Siapa pun pasti akan merasa gemas ketika melihat si Danbo ini. Bagaimana tidak DANBO dapat digerakkan secara manual dan dibentuk dengan berbagai macam gaya unik.
Perusahaan yang membuatnya menggunakan teknologi tinggi di setiap persendian boneka ini sehingga membuatnya mampu bergerak luwes. Ekspresi dari si kardus imut ini menjadi daya tarik utama. Danbo sendiri di jepang dijual dengan harga mulai dari 5000 yen atau sekitar Rp. 500.000 rupiah per bijinya. Dalam serial manganya danbo mungil ini dapat bergerak ketika ada koin yang dimasukan kedalam mulutnya. Anda tertarik memilikinya? Saat ini boneka kardus ini bisa dipesan Online di Amazon.jp."
Jadi bagi anda yang tidak punya duit untuk memesan silahkan anda 
buat sendiri saja yah ,Selain biayanya murah kita juga bisa
mengasah kreativitas kita disini .

Gambar Berikut Ini yang Harus sobat Cetak menggunakan Printer untuk membuatnya,, Seketsa Boneka Danbo !!



Peralatan yang harus digunakan untuk membuat Boneka Danbo
1. Gunting
2. Cutter / Silet
3. Lem Kertas
4. Rokok ( buat yang ngrokok)
5. Kopi ( temennya rokok)
6. Kesabaran Untuk mengerjakan Kreatifitasdikarenakan membutuhkan waktu yang cukup lama 2 sampai 3 jam pengerjaan.


URUTAN PEMBUATAN BONEKA DANBO SEBAGAI BERIKUT !
Peralatan yang harus digunakan untuk membuat Boneka Danbo
1. Gunting
2. Cutter / Silet
3. Lem Kertas
4. Rokok ( buat yang ngrokok)
5. Kopi ( temennya rokok)
6. Kesabaran Untuk mengerjakan Kreatifitasdikarenakan membutuhkan waktu yang cukup lama 2 sampai 3 jam pengerjaan.

URUTAN PEMBUATAN BONEKA DANBO SEBAGAI BERIKUT !
No 1 Dibentuk Menjadi kepala Danbo
No 16 Dibentuk Menjadi Tangan Danbo
No 8 Dibentuk Menjadi Badan Danbo
No 3  Dibentuk sesuai pola , Kemudian di rekatkan 
pada tangan danbo / pada no 16
No 6 Dibentuk sesuai dengan pola
dan membuat bagian seperti tabung, sebagai engsel penggerak pada tangan Danbo dan No. 07 untuk penutupnya. Setelah itu, untuk tempat engselnya di gunakan pola No. 09
Gabungkan Tangan denga tempat Engsel yang telah anda buat .
Setelah itu Gabungkan Tangan dengan badan danbo ( no 8 ) 
Bentuklah tabung dari No. 15, sebagai penutup tabung gunakan lingkaran pada No. 14. Kemundian gabungkan tabung-tabung tersebut dengan pola No. 13. Ini adalah sebagai engsel pada kepala.
Gabungkan pola No 12 dengan engsel kepala.
 Rekatkan engsel kepala tersebut pada bagian badan Danbo.
Rekatkan bagian kepala ke engsel kepala tersebut.
No 2 Dibentuk menjadi kaki kaki danbo
Buatlah engsel pada kaki dengan membentuk tabung pada pola No. 17, dengan lingkaran penutup No. 5. Gabungkan kedua kaki dengan engsel tersebut.
                             Rekatkan kaki yang sudah jadi di bagian dalam badan Danbo tersebut.

Dan Boneka Danbo  Telah jadi Dan Selamat Mencoba
READ MORE - Pola Boneka Danbo 1

Jangan memaksakan kemampuan anak

Mohon di baca sampai habis semoga bermamfaat...Sangat menginspirasi untuk para orang tua

“Goblok kamu ya…” Kata Suamiku sambil melemparkan buku rapor sekolah Doni.
Kulihat suamiku berdiri dari tempat duduknya dan kemudian dia menarik kuping Doni dengan keras.
Doni meringis.
Tak berapa lama Suamiku pergi kekamar dan keluar kembali membawa penepuk nyamuk.
Dengan garang suamiku memukul Doni berkali kali dengan penepuk nyamuk itu
Penepuk nyamuk itu diarahkan kekaki, kemudian ke punggung dan terus , terus.
Doni menangis “ Ampun, ....ayah..ampun ayah..” Katanya dengan suara terisak isak. Wajahnya memancarkan rasa takut. Dia tidak meraung.
Doni tegar dengan siksaan itu.
Tapi matanya memandangku.
Dia membutuhkan perlindunganku. Tapi aku tak sanggup karena aku tahu betul sifat suamiku.

“Lihat adik adikmu.
Mereka semua pintar pintar sekolah. Mereka rajin belajar.
Ini kamu anak tertua malah malas dan tolol,,

Mau jadi apa kamu nanti ?
Mau jadi beban adik adik kamu ya…he “ Kata suamiku dengan suara terengah engah kelelahan memukul Doni.
Suamiku terduduk dikorsi.
Matanya kosong memandang kearah Doni dan kemudian melirik kearah ku

 “ Kamu ajarin dia.
Aku tidak mau lagi lihat lapor sekolahnya buruk.
"Dengar itu..!!!“
Kata suamiku kepadaku sambil berdiri dan masuk kekamar tidur.

Kupeluk Doni.
Matanya memudar.
Aku tahu dengan nilai lapor buruk dan tidak naik kelas saja dia sudah malu apalagi di maki maki dan dimarahi didepan adik adiknya.

Dia malu sebagai anak tertua. Kembali matanya memandangku. Kulihat dia butuh dukunganku. Kupeluk Doni dengan erat “ Anak bunda, tidak tolol" Anak bunda pintar kok. Besok ya rajin ya belajarnya”

“ Doni udah belajar sungguh sungguh, bunda, Bunda kan lihat sendiri.
Tapi Doni memang engga pintar seperti Ruli dan Rini.
Kenapa ya Bunda” Wajah lugunya membuatku terenyuh.. Aku menangis “ Doni, pintar kok Doni kan anak ayah. Ayah Doni pintar tentu Doni juga pintar. “

“ Doni bukan anak ayah.”
Katanya dengan mata tertunduk “ Doni telah mengecewakan Ayah, ya bunda “

Malamnya , adiknya Ruli yang sekamar dengannya membangunkan kami karena ketakutan melihat Doni mengigau terus.
Aku dan suamiku berhamburan kekamar Doni.
Kurasakan badannya panas.
Kupeluk Doni dengan sekuat jiwaku untuk menenangkannya
Matanya melotot kearah kosong. Kurasakan badannya panas.
Segera kukompres kepalanya dan suamiku segera menghubungi dokter keluarga

Doni tak lepas dari pelukanku “ Anak bunda, buah hati bunda, kenapa sayang. Ini bunda,..” Kataku sambil terus membelai kepalanya.
Tak berapa lama matanya mulai redup dan terkulai.
Dia mulai sadar. Doni membalas pelukanku. ‘ Bunda, temani Doni tidur ya." Katanya sayup sayup.
Suamiku hanya menghelap nafas. Aku tahu suamiku merasa bersalah karena kejadian siang tadi.

Doni adalah putra tertua kami.
Dia lahir memang ketika keadaan keluarga kami sadang sulit
Suamiku ketika itu masih kuliah dan bekerja serabutan untuk membiayai kuliah dan rumah tangga.
Ketika itulah aku hamil Doni.
Mungkin karena kurang gizi selama kehamilan tidak membuat janinku tumbuh dengan sempurna. Kemudian , ketika Doni lahir kehidupan kami masih sangat sederhana Masa balita Doni pun tidak sebaik anak anak lain.
Diapun kurang gizi.
Tapi ketika usianya dua tahun, kehidupan kami mulai membaik seiring usainya kuliah suamiku dan mendapatkan karir yang bagus di BUMN.
Setelah itu aku kembali hamil dan Ruli lahir, juga laki laki
dan dua tahu setelah itu, Rini lahir, adik perempuannya.
Kedua putra putriku yang lahir setelah Doni mendapatkan lingkungan yang baik dan gizi yang baik pula.
Makanya mereka disekolah pintar pintar.
Makanya aku tahu betul bahwa kemajuan generasi ditentukan oleh ketersediaan gizi yang cukup dan lingkungan yang baik.

Tapi keadaan ini tidak pernah mau diterima oleh Suamiku.
Dia punya standard yang tinggi terhadap anak anaknya.
Dia ingin semua anaknya seperti dia. Pintar dan cerdas.
“ Masalah Doni bukannya dia tolol, Tapi dia malas. Itu saja. “ Kata suamiku berkali kali.
Seakan dia ingin menepis tesis tentang ketersediaan gizi sebagai pendukung anak jadi cerdas.

“ Aku ini dari keluarga miskin Manapula aku ada gizi cukup.
Mana pula orang tuaku ngerti soal gizi. Tapi nyatanya aku berhasil.
“ Aku tak bisa berkata banyak untuk mempertahankan tesisku itu.

Seminggu setelah itu, suamiku memutuskan untuk mengirim Doni kepesantren. AKu tersentak.?!!!!??

“ Apa alasan Mas mengirim Doni ke Pondok Pesantren “

“ Biar dia bisa dididik dengan benar”

“ Apakah dirumah dia tidak mendapatkan itu”

“ Ini sudah keputusanku, Titik.

“ Tapi kenapa , Mas” AKu berusaha ingin tahu alasan dibalik itu.

Suamiku hanya diam.
Aku tahu alasannya.
Dia tidak ingin ada pengaruh buruk kepada kedua putra putri kami.
Dia malu dengan tidak naik kelasnya Doni.
Suamiku ingin memisahkan Doni dari adik adiknya agar jelas mana yang bisa diandalkannya dan mana yang harus dibuangnya.
Mungkinkah itu alasannya. Bagaimanapun , bagiku Doni akan tetap putraku
dan aku akan selalu ada untuknya Aku tak berdaya.
Suamiku terlalu pintar bila diajak berdebat.

Ketika Doni mengetahui dia akan dikirim ke Pondok Pesantren, dia memandangku.
Dia nampak bingung.
Dia terlalu dekat denganku dan tak ingin berpisah dariku.

Dia peluk aku “ Doni engga mau jauh jauh dari bunda” Katanya.

Tapi seketika itu juga suamiku membentaknya “ Kamu ini laki laki. TIdak boleh cengeng.
Tidak boleh hidup dibawah ketika ibumu. Ngerti. ...!!!!
Kamu harus ikut kata Ayah.
Besok Ayah akan urus kepindahan kamu ke Pondok Pesantren. “

Setelah Doni berada di Pondok Pesantren setiap hari aku merindukan buah hatiku.
Tapi suamiku nampak tidak peduli. “ Kamu tidak boleh mengunjunginya di pondok.
Dia harus diajarkan mandiri.
Tunggu saja kalau liburan dia akan pulang” Kata suamiku tegas seakan membaca kerinduanku untuk mengunjungi Doni.

Tak terasa Doni kini sudah kelas 3 Madrasah Aliyah atau setingkat SMU. Ruli kelas 1 SMU
dan Rini kelas 2 SLP.
Suamiku tidak pernah bertanya soal Raport sekolahnya
Tapi aku tahu raport sekolahnya tak begitu bagus tapi juga tidak begitu buruk.
Bila liburan Doni pulang kerumah, Doni lebih banyak diam.
Dia makan tak pernah berlebihan dan tak pernah bersuara selagi makan sementara adiknya bercerita banyak soal disekolah dan suamiku menanggapi dengan tangkas untuk mencerahkan.
Walau dia satu kamar dengan adiknya namun kamar itu selalu dibersihkannya setelah bangun tidur. Tengah malam dia bangun dan sholat tahajud dan berzikir sampai sholat subuh

Ku perhatikan tahun demi tahun perubahan Doni setelah mondok.
Dia berubah dan berbeda dengan adik adiknya.
Dia sangat mandiri dan hemat berbicara.
Setiap hendak pergi keluar rumah,
dia selalu mencium tanganku dan setelah itu memelukku
Beda sekali dengan adik adiknya yang serba cuek dengan gaya hidup modern didikan suamiku.

Setamat Madrasa Aliyah, Doni kembali tinggal dirumah.
Suamiku tidak menyuruhnya melanjutkan ke Universitas.
 “ Nilai rapor dan kemampuannya tak bisa masuk universitas.
Sudahlah.
Aku tidak bisa mikir soal masa depan dia. Kalau dipaksa juga masuk universitas akan menambah beban mentalnya. “
Demikian alasan suamiku.
Aku dapat memaklumi itu.
Namun suamiku tak pernah berpikir apa yang harus diperbuat Doni setelah lulus dari pondok                               
Donipun tidak pernah bertanya.
Dia hanya menanti dengan sabar.

Selama setahun setelah Doni tamat dari mondok, waktunya lebih banyak di habiskan di Masjid. Dia terpilih sebagai ketua Remaja Islam Masjid. Doni tidak memilih Masjid yang berada di komplek kami tapi dia memilih masjid diperkampungan yang berada dibelakang komplek. Mungkin karena inilah suamiku semakin kesal dengan Doni karena dia bergaul dengan orang kebanyakan.
Suamiku sangat menjaga reputasinya dan tak ingin sedikitpun tercemar. Mungkin karena dia malu dengan cemoohan dari tetangga maka dia kadang marah tanpa alasan yang jelas kepada Doni.
Tapi Doni tetap diam.
Tak sedikitpun dia membela diri.

Suatu hari yang tak pernah kulupakan adalah ketika polisi datang kerumahku
Polisi mencurigai Doni dan teman temannya mencuri di rumah yang ada di komplek kami.
Aku tersentak.
Benarkah itu.
Doni sujud dikaki ku sambil berkata “ Doni tidak mencuri , Bunda.
TIdak, Bunda percayakan dengan Doni.
Kami memang sering menghabiskan malam di masjid tapi tidak pernah keluar untuk mencuri.”
Aku meraung ketika Doni dibawa kekantor polisi.
Suamiku dengan segala daya dan upaya membela Doni.
Alhamdulilah Doni dan teman temannya terbebaskan dari tuntutan itu. Karena memang tidak ada bukti sama sekali.
Mungkin ini akibat kekesalan penghuni komplek oleh ulah Doni dan kawan kawan yang selalu berzikir dimalam hari dan menggangu ketenangan tidur.

Tapi akibat kejadian itu , suamiku mengusir Doni dari rumah.
Doni tidak protes.
Dia hanya diam dan menerima keputusan itu.
Sebelum pergi dia rangkul aku” Bunda , Maafkanku.
Doni belum bisa berbuat apapun untuk membahagiakan bunda dan Ayah.
Maafkan Doni “ Pesannya.
Diapun memandang adiknya satu satu. Dia peluk mereka satu persatu “ Jaga bunda ya.
Mulailah sholat dan jangan tinggalkan sholat. Kalian sudah besar .” demikian pesan Doni.
Suamiku nampak tegar dengan sikapnya untuk mengusir Doni dari rumah.

“ Mas, Dimana Doni akan tinggal. “ Kataku dengan batas kekuatan terakhirku membela Doni.

“ Itu bukan urusanku. Dia sudah dewasa. Dia harus belajar bertanggung jawab dengan hidupnya sendiri.

*
Tak terasa sudah enam tahun Doni pergi dari Rumah.
Setiap bulan dia selalu mengirim surat kepadaku.
Dari suratnya kutahu Doni berpindah pindah kota.
Pernah di Bandung, Jakarta, Surabaya dan tiga tahun lalu dia berangkat ke Luar negeri.
Bila membayangkan masa kanak kanaknya kadang aku menangis.
Aku merindukan putra sulungku. Setiap hari kami menikmati fasilitas hidup yang berkecukupan.
Ruli kuliah dengan kendaraan bagus dan ATM yang berisi penuh.
Rinipun sama.
Karir suamiku semakin tinggi. Lingkungan sosial kami semakin berkelas.
Tapi, satu putra kami pergi dari kami. Entah bagaimana kehidupannya. Apakah dia lapar.
Apakah dia kebasahan ketika hujan karena tidak ada tempat bernaung. Namun dari surat Doni , aku tahu dia baik baik saja.
Dia selalu menitipkan pesan kepada kami, “ Jangan tinggalkan sholat.
 Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita siang dan malam. “

*
Prahara datang kepada keluarga kami. Suamiku tersangkut kasus Korupsi.
Selama proses pemeriksaan itu suamiku tidak dibenarkan masuk kantor. Dia dinonaktifkan.
Selama proses itupula suamiku nampak murung.
Kesehatannya mulai terganggu. Suamiku mengidap hipertensi.
Dan puncaknya , adalah ketika Polisi menjemput suamiku di rumah. Suamiku terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
Rumah dan semua harta yang selama ini dikumpulkan disita oleh negara Media massa memberitakan itu setiap hari.
Reputasi yang selalu dijaga oleh suamiku selama ini ternyata dengan mudah hancur berkeping keping. Harta yang dikumpul, sirna seketika. Kami sekeluarga menjadi pesakitan. Ruli malas untuk terus keliah karena malu dengan teman temannya.
Rini juga sama yang tak ingin terus kuliah.

Kini suamiku dipenjara dan anak anak jadi bebanku dirumah kontrakan.
Ya walau mereka sudah dewasa namun mereka menjadi bebanku. Mereka tak mampu untuk menolongku.
Baru kutahu bahwa selama ini kemanjaan yang diberikan oleh suamiku telah membuat mereka lemah untuk survival dengan segala kekurangan.
Maka jadilah mereka bebanku ditengah prahara kehidupan kami.

Pada saat inilah aku sangat merindukan putra sulungku.
Ditengah aku sangat merindukan itulah aku melihat sosok pria gagah berdiri didepan pintu rumah.

Doniku ada didepanku dengan senyuman khasnya.
Dia menghambur kedalam pelukanku. “ Maafkan aku bunda, Aku baru sempat datang sekarang sejak aku mendapat surat dari bunda tentang keadaan ayah. “ katanya.
Dari wajahnya kutahu dia sangat merindukanku.
Rini dan Ruli juga segera memeluk Doni.
Mereka juga merindukan kakaknya. Hari itu, kami berempat saling berpelukan untuk meyakinkan kami akan selalu bersama sama.

Kehadiran Doni dirumah telah membuat suasana menjadi lain. Dengan bekal tabungannya selama bekerja diluar negeri, Doni membuka usaha percetakan dan reklame.
Aku tahu betul sedari kecil dia suka sekali menggambar namun hobi ini selalu di cemoohkan oleh ayahnya. Doni mengambil alih peran ayahnya untuk melindungi kami.
Tak lebih setahun setelah itu, Ruli kembali kuliah dan tak pernah meninggalkan sholat dan juga Rini. Setiap maghrib dan subuh Doni menjadi imam kami sholat berjamaah dirumah
Seusai sholat berjamaah Doni tak lupa duduk bersila dihadapan kami dan berbicara dengan bahasa yang sangat halus , beda sekali dengan gaya ayahnya

" Manusia tidak dituntut untuk terhormat dihadapan manusia tapi dihadapan Allah.  Harta dunia, pangkat dan jabatan tidak bisa dijadikan tolok ukur kehormatan. Kita harus berjalan dengan cara yang benar dan itulah kunci meraih kebahagiaan dunia maupun akhirat.  Itulah yang harus kita perjuangkan dalam hidup agar mendapatkan kemuliaan disisi Allah. Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita.  Apakah ada yang lebih hebat menjaga kita didunia ini dibandingkan dengan Allah. “

“ Apa yang menimpa keluarga kita sekarang bukanlan azab dari Allah
Ini karena Allah cinta kepada Ayah. Allah cinta kepada kita semua karena kita semua punya peran hingga membuat ayah terpuruk dalam perbuatan dosa sebagai koruptor. Allah sedang berdialog dengan kita tentang sabar dan ikhlas, tentang hakikat kehidupan, tentang hakikat kehormatan.
Kita harus mengambil hikmah dari ini semua untuk kembali kepada Allah dalam sesal dan taubat.
Agar bila besok ajal menjemput kita, tak ada lagi yang harus disesalkan, Karna kita sudah sangat siap untuk pulang keharibaan Allah dengan bersih. “

Seusai Doni berbicara , aku selalu menangis
Doni yang tidak pintar sekolah, tapi Allah mengajarinya untuk mengetahui rahasia terdalam tentang kehidupan dan dia mendapatkan itu untuk menjadi pelindung kami dan menuntun kami dalam taubah
Ini jugalah yang mempengaruhi sikap suamiku dipenjara
Kesehatannya membaik.
Darah tingginya tak lagi sering naik. Dia ikhlas dan sabar , dan tentu karena dia semakin dekat kepada Allah.
Tak pernah tinggal sholat sekalipun. Zikir dan linangan airmata sesal akan dosanya telah membuat jiwanya tentram. Mahasuci Allah

Sahabatku terdapat beberapa pesan moral dlm cerita itu antara lain :

1).Jangan memaksakan kemampuan anak

2).Jangan merendahkan kemampuan anak

3).Kesuksesan bukan hanya diukur dari kemampuan akademik/nilai raport

4).Anak yg kelihatannya "terbelakang" belum tentu gagal

5). Kasih sayang yg kita berikan kpd semua anak harus adil sesuai dng porsinya

6).Jangan hanya memikirikan uang yg banyak tetapi tidak halal..

Semoga bermanfaat buat sahabat semua dan Allah jadikan kita semua dan keluarga kita menjadi hamba yg di rahmati, di Ridhoi, di Berkahi jg di bebaskan dari siksa api neraka...                   
Dari Hamba Allah Yang HINA 
Aamiin...*Mohon di baca sampai habis semoga bermamfaat...*Sangat menginspirasi untuk para orang tua

“Goblok kamu ya…” Kata Suamiku sambil melemparkan buku rapor sekolah Doni.
Kulihat suamiku berdiri dari tempat duduknya dan kemudian dia menarik kuping Doni dengan keras.
Doni meringis.
Tak berapa lama Suamiku pergi kekamar dan keluar kembali membawa penepuk nyamuk.
Dengan garang suamiku memukul Doni berkali kali dengan penepuk nyamuk itu
Penepuk nyamuk itu diarahkan kekaki, kemudian ke punggung dan terus , terus.
Doni menangis “ Ampun, ....ayah..ampun ayah..” Katanya dengan suara terisak isak. Wajahnya memancarkan rasa takut. Dia tidak meraung.
Doni tegar dengan siksaan itu.
Tapi matanya memandangku.
Dia membutuhkan perlindunganku. Tapi aku tak sanggup karena aku tahu betul sifat suamiku.

“Lihat adik adikmu.
Mereka semua pintar pintar sekolah. Mereka rajin belajar.
Ini kamu anak tertua malah malas dan tolol,,

Mau jadi apa kamu nanti ?
Mau jadi beban adik adik kamu ya…he “ Kata suamiku dengan suara terengah engah kelelahan memukul Doni.
Suamiku terduduk dikorsi.
Matanya kosong memandang kearah Doni dan kemudian melirik kearah ku

 “ Kamu ajarin dia.
Aku tidak mau lagi lihat lapor sekolahnya buruk.
"Dengar itu..!!!“
Kata suamiku kepadaku sambil berdiri dan masuk kekamar tidur.

Kupeluk Doni.
Matanya memudar.
Aku tahu dengan nilai lapor buruk dan tidak naik kelas saja dia sudah malu apalagi di maki maki dan dimarahi didepan adik adiknya.

Dia malu sebagai anak tertua. Kembali matanya memandangku. Kulihat dia butuh dukunganku. Kupeluk Doni dengan erat “ Anak bunda, tidak tolol" Anak bunda pintar kok. Besok ya rajin ya belajarnya”

“ Doni udah belajar sungguh sungguh, bunda, Bunda kan lihat sendiri.
Tapi Doni memang engga pintar seperti Ruli dan Rini.
Kenapa ya Bunda” Wajah lugunya membuatku terenyuh.. Aku menangis “ Doni, pintar kok Doni kan anak ayah. Ayah Doni pintar tentu Doni juga pintar. “

“ Doni bukan anak ayah.”
Katanya dengan mata tertunduk “ Doni telah mengecewakan Ayah, ya bunda “

Malamnya , adiknya Ruli yang sekamar dengannya membangunkan kami karena ketakutan melihat Doni mengigau terus.
Aku dan suamiku berhamburan kekamar Doni.
Kurasakan badannya panas.
Kupeluk Doni dengan sekuat jiwaku untuk menenangkannya
Matanya melotot kearah kosong. Kurasakan badannya panas.
Segera kukompres kepalanya dan suamiku segera menghubungi dokter keluarga

Doni tak lepas dari pelukanku “ Anak bunda, buah hati bunda, kenapa sayang. Ini bunda,..” Kataku sambil terus membelai kepalanya.
Tak berapa lama matanya mulai redup dan terkulai.
Dia mulai sadar. Doni membalas pelukanku. ‘ Bunda, temani Doni tidur ya." Katanya sayup sayup.
Suamiku hanya menghelap nafas. Aku tahu suamiku merasa bersalah karena kejadian siang tadi.

Doni adalah putra tertua kami.
Dia lahir memang ketika keadaan keluarga kami sadang sulit
Suamiku ketika itu masih kuliah dan bekerja serabutan untuk membiayai kuliah dan rumah tangga.
Ketika itulah aku hamil Doni.
Mungkin karena kurang gizi selama kehamilan tidak membuat janinku tumbuh dengan sempurna. Kemudian , ketika Doni lahir kehidupan kami masih sangat sederhana Masa balita Doni pun tidak sebaik anak anak lain.
Diapun kurang gizi.
Tapi ketika usianya dua tahun, kehidupan kami mulai membaik seiring usainya kuliah suamiku dan mendapatkan karir yang bagus di BUMN.
Setelah itu aku kembali hamil dan Ruli lahir, juga laki laki
dan dua tahu setelah itu, Rini lahir, adik perempuannya.
Kedua putra putriku yang lahir setelah Doni mendapatkan lingkungan yang baik dan gizi yang baik pula.
Makanya mereka disekolah pintar pintar.
Makanya aku tahu betul bahwa kemajuan generasi ditentukan oleh ketersediaan gizi yang cukup dan lingkungan yang baik.

Tapi keadaan ini tidak pernah mau diterima oleh Suamiku.
Dia punya standard yang tinggi terhadap anak anaknya.
Dia ingin semua anaknya seperti dia. Pintar dan cerdas.
“ Masalah Doni bukannya dia tolol, Tapi dia malas. Itu saja. “ Kata suamiku berkali kali.
Seakan dia ingin menepis tesis tentang ketersediaan gizi sebagai pendukung anak jadi cerdas.

“ Aku ini dari keluarga miskin Manapula aku ada gizi cukup.
Mana pula orang tuaku ngerti soal gizi. Tapi nyatanya aku berhasil.
“ Aku tak bisa berkata banyak untuk mempertahankan tesisku itu.

Seminggu setelah itu, suamiku memutuskan untuk mengirim Doni kepesantren. AKu tersentak.?!!!!??

“ Apa alasan Mas mengirim Doni ke Pondok Pesantren “

“ Biar dia bisa dididik dengan benar”

“ Apakah dirumah dia tidak mendapatkan itu”

“ Ini sudah keputusanku, Titik.

“ Tapi kenapa , Mas” AKu berusaha ingin tahu alasan dibalik itu.

Suamiku hanya diam.
Aku tahu alasannya.
Dia tidak ingin ada pengaruh buruk kepada kedua putra putri kami.
Dia malu dengan tidak naik kelasnya Doni.
Suamiku ingin memisahkan Doni dari adik adiknya agar jelas mana yang bisa diandalkannya dan mana yang harus dibuangnya.
Mungkinkah itu alasannya. Bagaimanapun , bagiku Doni akan tetap putraku
dan aku akan selalu ada untuknya Aku tak berdaya.
Suamiku terlalu pintar bila diajak berdebat.

Ketika Doni mengetahui dia akan dikirim ke Pondok Pesantren, dia memandangku.
Dia nampak bingung.
Dia terlalu dekat denganku dan tak ingin berpisah dariku.

Dia peluk aku “ Doni engga mau jauh jauh dari bunda” Katanya.

Tapi seketika itu juga suamiku membentaknya “ Kamu ini laki laki. TIdak boleh cengeng.
Tidak boleh hidup dibawah ketika ibumu. Ngerti. ...!!!!
Kamu harus ikut kata Ayah.
Besok Ayah akan urus kepindahan kamu ke Pondok Pesantren. “

Setelah Doni berada di Pondok Pesantren setiap hari aku merindukan buah hatiku.
Tapi suamiku nampak tidak peduli. “ Kamu tidak boleh mengunjunginya di pondok.
Dia harus diajarkan mandiri.
Tunggu saja kalau liburan dia akan pulang” Kata suamiku tegas seakan membaca kerinduanku untuk mengunjungi Doni.

Tak terasa Doni kini sudah kelas 3 Madrasah Aliyah atau setingkat SMU. Ruli kelas 1 SMU
dan Rini kelas 2 SLP.
Suamiku tidak pernah bertanya soal Raport sekolahnya
Tapi aku tahu raport sekolahnya tak begitu bagus tapi juga tidak begitu buruk.
Bila liburan Doni pulang kerumah, Doni lebih banyak diam.
Dia makan tak pernah berlebihan dan tak pernah bersuara selagi makan sementara adiknya bercerita banyak soal disekolah dan suamiku menanggapi dengan tangkas untuk mencerahkan.
Walau dia satu kamar dengan adiknya namun kamar itu selalu dibersihkannya setelah bangun tidur. Tengah malam dia bangun dan sholat tahajud dan berzikir sampai sholat subuh

Ku perhatikan tahun demi tahun perubahan Doni setelah mondok.
Dia berubah dan berbeda dengan adik adiknya.
Dia sangat mandiri dan hemat berbicara.
Setiap hendak pergi keluar rumah,
dia selalu mencium tanganku dan setelah itu memelukku
Beda sekali dengan adik adiknya yang serba cuek dengan gaya hidup modern didikan suamiku.

Setamat Madrasa Aliyah, Doni kembali tinggal dirumah.
Suamiku tidak menyuruhnya melanjutkan ke Universitas.
 “ Nilai rapor dan kemampuannya tak bisa masuk universitas.
Sudahlah.
Aku tidak bisa mikir soal masa depan dia. Kalau dipaksa juga masuk universitas akan menambah beban mentalnya. “
Demikian alasan suamiku.
Aku dapat memaklumi itu.
Namun suamiku tak pernah berpikir apa yang harus diperbuat Doni setelah lulus dari pondok                               
Donipun tidak pernah bertanya.
Dia hanya menanti dengan sabar.

Selama setahun setelah Doni tamat dari mondok, waktunya lebih banyak di habiskan di Masjid. Dia terpilih sebagai ketua Remaja Islam Masjid. Doni tidak memilih Masjid yang berada di komplek kami tapi dia memilih masjid diperkampungan yang berada dibelakang komplek. Mungkin karena inilah suamiku semakin kesal dengan Doni karena dia bergaul dengan orang kebanyakan.
Suamiku sangat menjaga reputasinya dan tak ingin sedikitpun tercemar. Mungkin karena dia malu dengan cemoohan dari tetangga maka dia kadang marah tanpa alasan yang jelas kepada Doni.
Tapi Doni tetap diam.
Tak sedikitpun dia membela diri.

Suatu hari yang tak pernah kulupakan adalah ketika polisi datang kerumahku
Polisi mencurigai Doni dan teman temannya mencuri di rumah yang ada di komplek kami.
Aku tersentak.
Benarkah itu.
Doni sujud dikaki ku sambil berkata “ Doni tidak mencuri , Bunda.
TIdak, Bunda percayakan dengan Doni.
Kami memang sering menghabiskan malam di masjid tapi tidak pernah keluar untuk mencuri.”
Aku meraung ketika Doni dibawa kekantor polisi.
Suamiku dengan segala daya dan upaya membela Doni.
Alhamdulilah Doni dan teman temannya terbebaskan dari tuntutan itu. Karena memang tidak ada bukti sama sekali.
Mungkin ini akibat kekesalan penghuni komplek oleh ulah Doni dan kawan kawan yang selalu berzikir dimalam hari dan menggangu ketenangan tidur.

Tapi akibat kejadian itu , suamiku mengusir Doni dari rumah.
Doni tidak protes.
Dia hanya diam dan menerima keputusan itu.
Sebelum pergi dia rangkul aku” Bunda , Maafkanku.
Doni belum bisa berbuat apapun untuk membahagiakan bunda dan Ayah.
Maafkan Doni “ Pesannya.
Diapun memandang adiknya satu satu. Dia peluk mereka satu persatu “ Jaga bunda ya.
Mulailah sholat dan jangan tinggalkan sholat. Kalian sudah besar .” demikian pesan Doni.
Suamiku nampak tegar dengan sikapnya untuk mengusir Doni dari rumah.

“ Mas, Dimana Doni akan tinggal. “ Kataku dengan batas kekuatan terakhirku membela Doni.

“ Itu bukan urusanku. Dia sudah dewasa. Dia harus belajar bertanggung jawab dengan hidupnya sendiri.

*
Tak terasa sudah enam tahun Doni pergi dari Rumah.
Setiap bulan dia selalu mengirim surat kepadaku.
Dari suratnya kutahu Doni berpindah pindah kota.
Pernah di Bandung, Jakarta, Surabaya dan tiga tahun lalu dia berangkat ke Luar negeri.
Bila membayangkan masa kanak kanaknya kadang aku menangis.
Aku merindukan putra sulungku. Setiap hari kami menikmati fasilitas hidup yang berkecukupan.
Ruli kuliah dengan kendaraan bagus dan ATM yang berisi penuh.
Rinipun sama.
Karir suamiku semakin tinggi. Lingkungan sosial kami semakin berkelas.
Tapi, satu putra kami pergi dari kami. Entah bagaimana kehidupannya. Apakah dia lapar.
Apakah dia kebasahan ketika hujan karena tidak ada tempat bernaung. Namun dari surat Doni , aku tahu dia baik baik saja.
Dia selalu menitipkan pesan kepada kami, “ Jangan tinggalkan sholat.
 Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita siang dan malam. “

*
Prahara datang kepada keluarga kami. Suamiku tersangkut kasus Korupsi.
Selama proses pemeriksaan itu suamiku tidak dibenarkan masuk kantor. Dia dinonaktifkan.
Selama proses itupula suamiku nampak murung.
Kesehatannya mulai terganggu. Suamiku mengidap hipertensi.
Dan puncaknya , adalah ketika Polisi menjemput suamiku di rumah. Suamiku terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
Rumah dan semua harta yang selama ini dikumpulkan disita oleh negara Media massa memberitakan itu setiap hari.
Reputasi yang selalu dijaga oleh suamiku selama ini ternyata dengan mudah hancur berkeping keping. Harta yang dikumpul, sirna seketika. Kami sekeluarga menjadi pesakitan. Ruli malas untuk terus keliah karena malu dengan teman temannya.
Rini juga sama yang tak ingin terus kuliah.

Kini suamiku dipenjara dan anak anak jadi bebanku dirumah kontrakan.
Ya walau mereka sudah dewasa namun mereka menjadi bebanku. Mereka tak mampu untuk menolongku.
Baru kutahu bahwa selama ini kemanjaan yang diberikan oleh suamiku telah membuat mereka lemah untuk survival dengan segala kekurangan.
Maka jadilah mereka bebanku ditengah prahara kehidupan kami.

Pada saat inilah aku sangat merindukan putra sulungku.
Ditengah aku sangat merindukan itulah aku melihat sosok pria gagah berdiri didepan pintu rumah.

Doniku ada didepanku dengan senyuman khasnya.
Dia menghambur kedalam pelukanku. “ Maafkan aku bunda, Aku baru sempat datang sekarang sejak aku mendapat surat dari bunda tentang keadaan ayah. “ katanya.
Dari wajahnya kutahu dia sangat merindukanku.
Rini dan Ruli juga segera memeluk Doni.
Mereka juga merindukan kakaknya. Hari itu, kami berempat saling berpelukan untuk meyakinkan kami akan selalu bersama sama.

Kehadiran Doni dirumah telah membuat suasana menjadi lain. Dengan bekal tabungannya selama bekerja diluar negeri, Doni membuka usaha percetakan dan reklame.
Aku tahu betul sedari kecil dia suka sekali menggambar namun hobi ini selalu di cemoohkan oleh ayahnya. Doni mengambil alih peran ayahnya untuk melindungi kami.
Tak lebih setahun setelah itu, Ruli kembali kuliah dan tak pernah meninggalkan sholat dan juga Rini. Setiap maghrib dan subuh Doni menjadi imam kami sholat berjamaah dirumah
Seusai sholat berjamaah Doni tak lupa duduk bersila dihadapan kami dan berbicara dengan bahasa yang sangat halus , beda sekali dengan gaya ayahnya

" Manusia tidak dituntut untuk terhormat dihadapan manusia tapi dihadapan Allah.  Harta dunia, pangkat dan jabatan tidak bisa dijadikan tolok ukur kehormatan. Kita harus berjalan dengan cara yang benar dan itulah kunci meraih kebahagiaan dunia maupun akhirat.  Itulah yang harus kita perjuangkan dalam hidup agar mendapatkan kemuliaan disisi Allah. Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita.  Apakah ada yang lebih hebat menjaga kita didunia ini dibandingkan dengan Allah. “

“ Apa yang menimpa keluarga kita sekarang bukanlan azab dari Allah
Ini karena Allah cinta kepada Ayah. Allah cinta kepada kita semua karena kita semua punya peran hingga membuat ayah terpuruk dalam perbuatan dosa sebagai koruptor. Allah sedang berdialog dengan kita tentang sabar dan ikhlas, tentang hakikat kehidupan, tentang hakikat kehormatan.
Kita harus mengambil hikmah dari ini semua untuk kembali kepada Allah dalam sesal dan taubat.
Agar bila besok ajal menjemput kita, tak ada lagi yang harus disesalkan, Karna kita sudah sangat siap untuk pulang keharibaan Allah dengan bersih. “

Seusai Doni berbicara , aku selalu menangis
Doni yang tidak pintar sekolah, tapi Allah mengajarinya untuk mengetahui rahasia terdalam tentang kehidupan dan dia mendapatkan itu untuk menjadi pelindung kami dan menuntun kami dalam taubah
Ini jugalah yang mempengaruhi sikap suamiku dipenjara
Kesehatannya membaik.
Darah tingginya tak lagi sering naik. Dia ikhlas dan sabar , dan tentu karena dia semakin dekat kepada Allah.
Tak pernah tinggal sholat sekalipun. Zikir dan linangan airmata sesal akan dosanya telah membuat jiwanya tentram. Mahasuci Allah

Sahabatku terdapat beberapa pesan moral dlm cerita itu antara lain :

1).Jangan memaksakan kemampuan anak

2).Jangan merendahkan kemampuan anak

3).Kesuksesan bukan hanya diukur dari kemampuan akademik/nilai raport

4).Anak yg kelihatannya "terbelakang" belum tentu gagal

5). Kasih sayang yg kita berikan kpd semua anak harus adil sesuai dng porsinya

6).Jangan hanya memikirikan uang yg banyak tetapi tidak halal..

Semoga bermanfaat buat sahabat semua dan Allah jadikan kita semua dan keluarga kita menjadi hamba yg di rahmati, di Ridhoi, di Berkahi jg di bebaskan dari siksa api neraka...                   
Dari Hamba Allah Yang HINA 
Aamiin...

*sumber Internet
READ MORE - Jangan memaksakan kemampuan anak