Pages

    Kamis, 12 April 2012

    bersyukur

    Bersyukur dengan kelahiran putri kedua ku Qhaira, di balik proses kelahiran putri kedua ku terdapat hikmah yang dapat saya pelajari, dimana saya sempat salah perhitungan dalam menyediapkan dana untuk melahirkan putri saya tersebut, dana yang ada saya terpakai untuk membangun rumah sehingga dana yang ada sangat minim. dengan modal berdoa kepada Allah Swt. dan pasrah jika tidak kurang saya berencana menggunakan kartu kredit sementara untuk menutup biaya persalinan. tapi alhamdulillah suatu ketika ada rizky yang tak terduga dapat bonus dari kantor. jadi tersedia dana untuk melahirkan. Alhamdulillah.
    Ketika kelahiran putri saya di sarankan untuk ceasar atas petunjuk dari RS tempat istri saya melahirkan. tetapi karena KPD (Ketuban pecah dini) akhirnya bayi saya harus masu ruang pernia atau ICU, diman biaya perhari untuk sewa kamar saja Rp 700 rb, subhanallah biaya yang cukup besar bayi saya di vonis mendapat leukosit tinggi 450.000 putri saya di rawat 5 hari kerja dengan total biaya total persalinan Rp 25.000.000 wow angka besar untuk saya. tetapi alhamdulillah ada asuransi yang mengcover biaya tersebut sehingga saya hanya membayar sedikit saja untuk kelebihan biaaya persalinan.
    Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. ketika kita telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tetapi anda masih merasa kurang.Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu.
    Boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa berbagai keinginan inilah yang menjadi akar perasaan tidak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan kurang berkecukupan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki.Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dansyukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup. Pusatkanlah perhatianAnda pada sifat - sifat baik atasan, pasangan, maupun orang - orang disekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Hidup kita akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kitamiliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.berhentilah mengeluh, Keluhan berbahaya karena membuat orang lupa atau buta akan kondisi sebaliknya, dan kalau diulang berkali-kali akan merasuk ke dalam jiwa dan menjadi sesuatu yang kita percayai.
    Bersyukur adalah sebuah rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam atas sebuah pemberian dari yang Maha Kuasa, entah bagaimanapun bentuk dan rupa pemberian tersebut. Bersyukurlah...Bersyukurlah bila kamu belum memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan.. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu tentang sesuatu Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar..Bersyukurlah untuk masa - masa yang sulit..Di masa itulah kamu tumbuh.....Bersyukurlah untuk keterbatasanmu... Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang..Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu ...Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...Itu memberi pelajaran yang berharga ...Mungkin mudah untuk kita bersyukur ketika mengalami hal - hal baik ...Namun, hidup yang berkelimpahan justru datang pada mereka yang tetapdapat bersyukur pada masa masa yang sulit ...Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif .. Karenaitu, temukan cara bersyukur ketika menghadapi permasalahan, maka semuaitu akan menjadi berkat bagimu ..
    Dan Aku bersyukur pada mu ya Allah atas semua yang telah ku miliki, walau terkadang aku khilaf terkadang menyalahkan mu atas setiap keinginan yang tidak tercapai... aku bersyukur mempunyai keluarga yang baik, pekerjaan yang baik, waktu yang cukup, aku bersyukur atas nikmat sehatmu.... Amin
    READ MORE - bersyukur

    Minggu, 20 November 2011

    Zina Dalam Label Pacaran

    Zina Dalam Label "Pacaran"

    Sedih dan mengenaskan dua kata yang saya pilih saat saya bertemu dengan seorang sahabat yang ternyata hamil diluarnikah, oleh seorang kekasihnya yang tidak bertanggung jawab, seperti sebuah tayangan di sinetron ditelevisi, sudah menjadi sebuah kisah nyata yang ada pada masyarakat, hal ini adalah salah satu hasil Televisi dan tayangan media lain dalam merusak budaya yang ada pada masyarkat.

    Saat ini cinta yang identik dengan pacaran adalah hal yang lumrah, hal ini dapat di lihat dalam beberpaa sinetron di televisi, bahkan anak SD pun sudah ditayangkan dalam hal pacara/percintaan. Apa yang dilakukan oleh orang yang berpacaran? secara kasat mata orang itu akan berpegangan tangan, lalu apa sih pacaran itu Pacaran diidentifikasikan sebagai suatu tali kasih sayang yang terjalin atas dasar saling menyukai antara lawan jenis. Apabila kita lihat secara sepintas dari definisi diatas mungkin dapat disimpulkan bahwa pacaran itu merupakan suatu yang wajar dilakukan dikalangan kita saat ini.

    Terlepas dari tujuan Awal mungkin tujuan dari pacaran adalah untuk saling mengenal,untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, tapi pada tingkatan tertentu pacaran bisa jadi sebagai pelampiasan hawa nafsu bagi dua insan yang berbeda jenis. coba telaah dari beberapa kasus pacaran berapa persen yang memang pengenalan menuju pernikahan? jawabannya adalah sangat sedikit sekali, apakah benar yang sudah pacaran lama akan jadi dan menikah? jawabanya adalah tidak.Ketika kita pacaran, resiko yang kita dapat adalah patah hati, sakit hati, dan kita mendekati zina (bagaimana tidak kalau pacaran kemungkinan besar kita akan berpegangan tangan, Berciuman, atau bahkan melakukan zina/Bersetubuh)

    fenomena hamil di luar nikah begitu marak, dan masyarakat pun sudah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang biasa. Di mana-mana ada pemilu (pengantin hamil dahulu). Ironisnya, maksiat ini banyak dilakukan umat Islam, padahal Islam mengajarkan umatnya agar jangan mendekati zina... tapi kenapa hal ini bisa terjadi karena masyarakat tidak menjalankan islam secara menyeluruh, dan hasilnya Zina dan pacaran menjadi hal yang wajar dan biasa di mata umat islam dan penduduk indonesia pada umumnya.

    Inilah dampak kebebasan yang begitu diagung-agungkan, begitu banyak Media Televisi,Majalah,Koran,DVD, FIlm, Internet yang menayangakan informasi yang salah, dan ini salah satu dampak kehancuran budaya bangsa akibat tayangan TV yang tidak bermoral. hal ini dapat kita lihat dari perubahan pandangan di masyarakat terjadi Perubahan nilai atau cara pandang terhadap pergaulan antar lawan jenis pun berubah. Kalau dulu, pacaran atau bermesraan di depan umum dianggap tabu, kini hal itu dianggap biasa. Jangankan bersentuhan atau sekadar berciuman, yang lebih dari itu pun dilakukan, dengan tanpa rasa malu! Naudzubillah mi jalik...

    Banyak kasus, karena hubungan pacaran yang terlalu bebas, dua insan yang dimabuk cinta.saat Hawa nafsu telah membius mereka, maka zina terjadi. Allah telah melarang mendekati zina apalagi kita berbuat zina, karena kalau kita telaah secara nalar dan akal, konsekuensi dari berbuat zina adalah sungguh berat dan membuat cemoohan dan siksa batin yang berat.

    Bagi seorang gadis yang hamil di luar nikah karena zina, seringkali menyisakan rasa malu yang dalam. Gara-gara hamil di luar nikah, sekolah terpaksa kandas. Dan semua orang tahu, kini ia tidak gadis lagi. Duh, malu ...rasanya! Tambah malu lagi, bila sang pacar tidak mau mengakui atau bertanggung jawab atas perbuatannya. Bila begini jadinya, rasanya, habislah sudah masa depannya. Penyesalan pun selalu datang terlambat. maukah anda atau keluarga kita mengalami hal ini..? pasti tidak mau kan, tapi mengapa kita membiarkan saudara, anak kita mendekati zina?

    Tidak kah juga kita fikirkan saat kita berbuat kenikmatan sesaat sebuah konsekuensi lainya, kemarahan dan aib orang tua, rasa malu seorang anak yang ada karena perbuatan zina, jika kelak ia tahu, bahwa ia lahir ke dunia ini disebabkan perbuatan yang memalukan. zina adalah perbuatan yang sepantasnya hanya dilakukan binatang itu.

    Normalnya, dalam pernikahan, kehadiran anak dianggap sebagai anugrah yang tak ternilai harganya. Tapi, bila anak terlahir dari hubungan di luar nikah, maka ia pun dianggap sebagai aib. Tak jarang, sebelum ia lahir ke dunia, orangtuanya berusaha menggugurkannya. Setelah lahir pun, seringkali ia hanya dibuang begitu saja, seperti sampah yang tak berharga. dan sebuah dosa lain akan tercipta disini yaitu sebuah pembunuhan sebuah nyawa. Zina dapat menyemai permusuhan dan menyalakan api dendam antara keluarga wanita dengan lelaki yang telah berzina dengannya.

    Jika wanita yang berzina hamil dan untuk menutupi aibnya ia mengugurkan kandungannya itu maka dia telah berzina dan juga telah membunuh jiwa yang tidak berdosa . Jika dia ialah seorang wanita yang telah bersuami dan melakukan kecurangan sehingga hamil dan membiarkan anak itu lahir maka dia telah memasukkan orang asing dalam keluarganya dan keluarga suaminya sehingga anak itu mendapat hak warisan mereka tanpa disedari siapa dia sebenarnya. Amat mengerikan, naudzubillah min dzalik.

    Terlepas dari sah atau tidaknya pernikahan MBA biasanya tidak akan membawa kebahagiaan yang langgeng dalam rumah tangga. Sebab pernikahan sudah kehilangan makna, tidak sakral lagi. Tak ada 'malam pertama' yang indah nan penuh kejutan. Karena semua dirasakan sebelum menikah. Mungkin, yang ada justru kejenuhan, penyesalan dan keterpaksaan. Zina menghilangkan harga diri pelakunya dan merosakkan masa depannya di samping meninggalkan aib yang berpanjangan bukan sahaja kepada pelakunya malah kepada seluruh keluarganya. Penzina yang berani melakukan maksiat ini dengan terang-terangan lebih buruk daripada mereka yang melakukannya secara sembunyi-sembunyi.

    Jadi masihkah kita mau mendekati zina,atau dengan kata lain "bercinta" kalau konsekuensi logis dari pacaran atau zina bila yang kita dapat adalah sebuah kenikmatan semu? mau kah kita menjaga keluarga kita dari ancaman zina yang membius dan mengancam dari berbagai pihak. Semoga tidak ada lagi perbuatan haram yang memang berakibat buruk bagi kita semua.

    "Terbius zina sesaat, Sesal kita selamanya"

    Depok 2 juni 2008
    Erwin Arianto

    READ MORE - Zina Dalam Label Pacaran

    Apakah Saya Menarik?

    Apakah Saya Menarik?

    Kadang kita menemukan seseorang yang kita kenal, yang begitu menyenangkan, hingga membuat kita merasa nyaman dan merindukan kehadiran orang itu. Bisa dibilang orang semacam ini memiliki daya tarik bagi orang lain. Daya tarik merupakan kualitas istimewa yang ada pada sesorang dan membuat keterpesonaan pada orang lain.

    Cobalah jawab beberapa pertanyaan ini, Apakah saya adalah orang yang disukai ? Apakah saya selalu dikelilingi oleh orang yang berbeda di setiap waktu dan tempat dan mereka nyaman di dekat saya? Apakah saya tetap memiliki teman yang sama dalam waktu yang lama?Kalau pertanyaan di atas jawabannya TIDAK, maka Anda termasuk orang-orang yang sulit untuk bersosialisasi, dan berkepribadian kurang menarik

    Tidak dapat dipungkiri bahwa karakteristik yang paling diperlukan untuk sukses di segala bidang adalah kemampuan untuk bersosialisasi dengan orang lain. Hal ini diucapkan dan dibuktikan oleh para direktur utama perusahaan yang sukses, pedagang ulung, para guru dan orang tua karena mereka menyadari bahwa kehidupan bermula dari adanya interaksi dengan orang lain.

    Rahasia agar Anda dapat diterima dalam pergaulan, baik di rumah, sekolah, kampus, kantor dan lingkungan adalah memiliki kepribadian yang menarik. Coba saja Anda perhatikan, hanya mereka yang berkepribadian menariklah yang memiliki banyak teman dan sahabat. Orang-orang dengan kepribadian yang baik selalu dikelilingi oleh orang-orang yang peduli padanya.

    Memang kepribadian merupakan watak dasar atau karakter seseorang yang sudah terbentuk dalam dirinya. Karena itu kepribadian setiap orang jelas tidak sama. Namun bukan berarti kepribadian yang buruk tidak bisa dirubah. Jika selama ini kepribadian Anda dinilai kurang baik, tidak ada salahnya Anda mulai merubahnya dari sekarang. Toh memperbaiki kepribadian bukanlah sesuatu yang merugikan. Justru sebaliknya, merubah hal menjadi baik adalah suatu jalan menuju kebenaran.
    Nah, Anda tentu ingin menjadi pribadi yang disukai orang. proses untuk membangun sebuah pribadi yang Menarik, adalah sebuah proses yang tidak boleh berakhir.

    Anda tidak akan bisa menjadi pribadi yang menarik ¨C bila Anda sulit dibedakan dari orang lain. Menemukan perbedaan yang cantik itu adalah perlu menuju daya tarik. bangunlah pribadi Anda di atas landasan kebaikan, karena kebaikan adalah satu-satunya bentuk ilmu yang tidak pernah memudar. Pastikanlah bahwa kebaikan adalah yang menjadi dasar reputasi Anda.

    lalu bagai mana membuat anda menjadi pribadi yang menarik dan menyenangkan

    1. Gunakan gaya bicara yang positif
    Gaya bicara yang negatif atau merendahkan diri sendiri, dengan cepat akan
    menempatkan Anda sebagai pribadi yang kurang punya rasa percaya diri. Contoh gaya bicara negatif dengan menggunakan label-label bermakna negatif misalnya: bodoh, tolol, brengsek, tidak punya otak, salah melulu, dan lain-lain.

    2.BUATLAH ORANG LAIN MERASA DIRINYA SEBAGAI ORANG PENTING
    Tunjukkanlah dengan sikap dan ucapan bahwa anda menganggap orang lain itu penting. Misalnya, jangan biarkan orang lain menunggu terlalu lama, katakanlah maaf bila salah, tepatilah janji, dsb.

    2.JADILAH PENDENGAR YANG BAIK
    Kalau bicara itu perak dan diam itu emas, maka pendengar yang baik lebih mulia dari keduanya. Pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Berilah kesempatan kepada orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan dan buat dia bergairah untuk terus bicara. Dengarkanlah dengan antusias, dan jangan menilai atau menasehatinya bila tidak diminta.

    3.USAHAKANLAH UNTUK SELALU MENYEBUTKAN NAMA ORANG DENGAN BENAR
    Nama adalah milik berharga yang bersifat sangat pribadi. Umumnya orang tidak suka bila namanya disebut secara salah atau sembarangan. Kalau ragu, tanyakanlah bagaimana melafalkan dan menulis namanya dengan benar. Misalnya, orang yang dipanggil Wilyem itu ditulisnya William, atau Wilhem? Sementara bicara, sebutlah namanya sesering mungkin. Menyebut Andre lebih baik dibandingkan Anda. Pak Peter lebih enak kedengarannya daripada sekedar Bapak.

    4.BERSIKAPLAH RAMAH
    Semua orang senang bila diperlakukan dengan ramah. Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. Keramahan membuat orang merasa betah berada di dekat Anda.

    5.BERMURAH HATILAH
    Anda tidak akan menjadi miskin karena memberi dan tidak akan kekurangan karena berbagi. Seorang yang sangat bijak pernah menulis, Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri. Dengan demikian kemurahan hati disatu sisi baik buat Anda, dan disisi lain berguna bagi orang lain.

    6. Berani bertanggung jawab
    Ada orang yang percaya bahwa yang mengendalikan nasib mereka adalah diri mereka sendiri. ke beranian menyakini hal ini tentu saja memunculkan suatu tanggung jawab yang besar bahwa hal-hal buruk dan baik yang menimpa diri mereka tidak lain dan tidak bukan adalah berasal dari diri sendiri. Bukan dari hal-hal yang bersumber dari luar diri mereka.

    7. Bersikap fleksibel terhadap berbagai perubahan
    Tunjukkanlah sikap terbuka terhadap perubahan yang ada dalam perusahaan. Jangan berkesan negatif dengan mengungkapkan kata-kata seperti, "Percuma saja diubah-ubah juga akan kembali sama seperti dulu lagi" dan lain-lain. Tanggapiperubahan yang ada dengan optimis, dengan demikian kita akan terlihat sebagai orang yang memiliki citra diri positif dan kuat.

    Bangunlah pribadi yang menarik yang tinggi kepada mereka yang Anda inginkan ketertarikannya kepada Anda. Orang bereaksi baik sekali terhadap penghargaan kepada diri mereka sendiri.Maka pastikanlah Anda membangun ketertarikan yang baik kepada orang lain, dan pastikanlah ketertarikan Anda itu tulus dan terasakan oleh mereka secara berkelanjutan. Karena menjadi pribadi yang menarik adalah sangat menyenangakan, dan menjadi pribadi yang menarik bisa membuka jalan untuk kita mencapai kesuksesan.

    "Jadilah Pribadi yang menarik, dan sukses akan mengikuti anda"

    Depok 3 Juni 2008
    Erwin Arianto

    READ MORE - Apakah Saya Menarik?

    wani ngalah luhur wekasane, (berani mengalah, akan bahagia dan mulia)

    Pagi ini di jalan raya saat saya berkendara menuju kantor di jalanan sempat sedikit macet, saya bertanya-tanya kenapa jalanan macet, ternyata ketika saya bisa melewati sumber kemacetan tersebut berasal dari supir angkot dan pengemudi mobil sedang bertengkar, mungkin karena angkit berjalan semaunya, tetapi hal ini sudah wajar terjadi, mengapa orang yang mengemudi mobil tersebut tidak mengalah ya. menimbulkan pertanyaan dalam hati.

    Saya pun sering melihat pertengkaran di rumah, dikantor, saat menjalankan bisni yang paling nyata adalah kasus Monas, dan perkelahian yang terjadi di Cilandak Townsquare, sebenarnya pertengkaran dan perbedaan pendapat bisa diselesaikan dengan sikap mengalah, Sikap mengalah memang bukanlah sikap yang populer untuk kehidupan kita ini. Justru orang yang mengalah sering kali orang yang diinjak, orang yang dirugikan, jadi akhirnya kita cenderung mengembangkan sikap tidak mau mengalah. Masalahnya sikap ini sering kali kita bawa ke dalam aspek-aspek kehidupan termasuk dalam kehidupan bermasyarakat.penyebab Kita tidak mau mengalah adalah

    1. kita merasa kita lebih tahu
    Kita menganggap kitalah yang mengetahui kebenaran dan mengharapkan pihak yang satunya mengiakan pandangan kita. sifat dasar pengetahuan adalah sombong artinya kalau tidak hati-hati pengetahuan mudah sekali membuat orang sombong. Pengetahuan sejati bukanlah pengetahuan yang bersifat intelektual atau pengetahuan yang bersifat kognitif yakni dalam pikiran kita. Kita dianggap berpengetahuan jika kita mempunyai Mengerti dan Bijaksana

    2. Kita merasa diri berhak,
    kita dengan pendapat kita merasa yang paling berhak, berhak tidak sakit hati, berhak atas pemahaman kita, dan berhak atas yang lainya,Sebenarnya hak-hak yang paling baik adalah melepaskan hak pribadi untuk Kemaslahatan kita bersama.

    3. Kita Mera Diri Paling Benar
    Karena kita merasa lebih berpengetahuan, atau peningkatan ego kita yang luar biasa, atau kita memiliki kekuasaan yang lebih, maka kita merasa diri kita paling benar, sehingga kita sangat sulit untuk mengalah, walau kita tahu sebenarnya kita adalah salah

    Kita sama-sama mengetahui bahwa dalam menyelesaikan suatu masalah, bila kedua belah pihak selalu mau menang sendiri, tidak ada yang mau mengalah, maka pasti tidak akan berhasil dengan baik, bahkan selamanya tidak bisa membereskan masalah-masalah tersebut. Padahal dengan mengalah dapat menetralisir segala pertikaian, masalah besar akan menjadi kecil dan masalah kecil akan dinihilkan, suasana tegang akan berubah menjadi tenang damai. Mengalah juga menunjukkan kelapangan dada seseorang, juga memperlihatkan pandangan orang itu tidak sama dengan orang-orang pada umumnya.

    Kita sering mengalami perbedaan pendapat atau keinginan dengan seseorang dalam hubungan interaksi sosial kita sebagai manusia, perbedaan pendapat atau keinginan tidak akan terjembatani hanya dengan perdebatan-perdebatan, apalagi diwarnai saling menyalahkan dan pemaksaan kehendak. Sikap saling menyalahkan dan pemaksaan kehendak hanya akan mengakibatkan sakit hati pada kedua belah pihak. Jalan keluar yang rasional dan manusiawi dari perbedaan pendapat atau keinginan justru adalah sikap "mengalah dalam pengertian yang benar". Artinya, tidak memaksakan kehendak atau kesukaan diri sendiri, tetapi membiarkan diri mengikuti kehendak orang lain, demi terjadinya perubahan-perubahan rasional dan manusiawi (perbaikan-perbaikan) dalam diri sendiri maupun diri orang lain. Langkah ini memungkinkan terjembataninya perbedaan-perbedaan di antara mereka yang berbeda.

    Perbuatan mengalah, walaupun kadang menyesakkan dada, tetapi lebih banyak membuahkan kebaikan ketimbang sikap bersikukuh menganggap diri sendiri benar. Mengalah juga merupakan pilihan sikap yang jauh lebih dewasa dan bijaksana, merendahkan hati dan mengalah menepis keegoisan dan rasa direndahkan atau meninggikan harga diri tak jarang merupakan jawaban dari rentetan kegalauan dan gejolak hati yang ingin selalu dimenangkan, coba berbicara sejenak dengan hati nurani. apa ruginya sih mengalah? toh hasilnya adalah perdamaian bukan...

    Pernah dengar kata pepatah bijak "mengalah bukan berarti kalah". Sifat mengalah dikatakan akan membawa berkah. Setidaknya, menghindari sesuatu hal yang tidak diinginkan. tetapi mengapa kita sulit dalam mengalah, hal itu disebabkan karena faktor ego yang besar dari manusia, yang selalu ingin menang dan juara. Karena ego manusia, kadang sifat mengalah malah membawa penurunan gengsi. Banyak orang beranggapan mengalah dikategorikan kalah, sehingga menurunkan gengsi. Padahal secara spiritual, mengalah sifat yang sangat mulia.

    Banyak mengalah dan tidak bertengkar, menunjukkan kebesaran jiwa seseorang. Bisa memaafkan orang lain, juga menunjukkan intelektual seseorang. Pada umumnya setelah urusan terselesaikan dengan baik, lawan itu akan merasa menyesal atau menyalahkan diri sendiri.Maka apabila mengalami suatu permasalahan, bila bisa mundur selangkah, biarpun ini urusan yang ruwet, juga akan bisa diatasi dengan sempurna, dari pada harus bertahan dan akan menyebabkan kehancuran. Ayo kita biasakan diri kita mengalah, untuk mendapat kemenangan yang lebih besar bukan.

    "wani ngalah luhur wekasane" (Barangsiapa berani mengalah, maka pada akhirnya ia akan mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan)


    Depok, 05 JUni 2008

    READ MORE - wani ngalah luhur wekasane, (berani mengalah, akan bahagia dan mulia)

    nikmati teh manisnya bukan gelasnya

    Nikmatilah Teh Manisnya, Bukan Gelasnya


    Pada suatu pagi guru mengaji saya mengundang muridnya dalam suatu pertemuan di rumahnya, beberapa rekan yang di undang adalah orang yang sudah mapan dan mempunyai karir yang cukup gemilang, dan setelah mengucapkan salam pagi itu semua bercerita tentang keluahan masing-masing tentang kehidupan terutama paska kenaikan BBm, tentang susahnya hidup.

    Seperti lazimnya menyuguhkan tamu Ustad saya menyuguhkan Teh panas, dalam sebuah teko, tapi uniknya ustad tersebut menyuguhkan teh hangat dalam Gelas berbagai jenis - dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah - dan mengatakan pada para peserta pengajian tersebut untuk menuang sendiri dan memilih sendiri gelas yang diinginkannya

    Setelah semua Tamunya mendapat seGelas Teh di tangan, Sang ustad u mengatakan : "Jika kalian perhatikan, semua Gelas yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."

    "Pastikan bahwa Gelas itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas teh yang ada. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah Teh Manis tersebut bukan, bukanlah Gelasnya, namun kalian secara sadar mengambil Gelas paling terbaik dan kemudian mulai memperhatikan Gelas Orang lain orang lain."

    "Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai Teh Manis, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah Gelasnya. Gelas bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis Gelas yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada gelas, kita gagal untuk menikmati Teh Manis hangat yang Tuhan sediakan bagi kita."

    Tuhan memasak dan membuat Teh Manis, bukan Gelasnya. Jadi nikmatilah Teh Manisnya, jangan Gelasnya.

    Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda. Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan anda.

    Sumber : Email Internal Kantor
    READ MORE - nikmati teh manisnya bukan gelasnya

    Bintang laut

    intang Laut

    Ketika fajar menyingsing, seorang lelaki tua berjalan-jalan di pinggir pantai sambil menikmati angin laut yang segar menerpa bibir pantai. Di kejauhan dilihatnya seorang anak sedang memungut bintang laut dan melemparkannya kembali ke dalam air. Setelah mendekati anak itu, lelaki tua itu bertanya heran;

    'Mengapa engkau mengumpulkan dan melemparkan kembali bintang laut itu ke dalam air?'. Tanyanya.

    'Karena bila dibiarkan hingga matahari pagi datang menyengat, bintang laut yang terdampar itu akan segera mati kekeringan.' Jawab si kecil itu.

    'Tapi pantai ini luas dan bermil-mil panjangnya.' Kata lelaki tua itu sambil menunjukkan jarinya yang mulai keriput ke arah pantai pasir yang luas itu. 'Lagi pula ada jutaan bintang laut yang terdampar. Aku ragu apakah usahamu itu sungguh mempunyai arti yang besar.' Lanjutnya penuh ragu.

    Anak itu lama memandang bintang laut yang ada di tangannya tanpa berkata sepatahpun. Lalu dengan perlahan ia melemparkannya ke dalam laut agar selamat dan hidup.

    'Saya yakin usahaku sungguh memiliki arti yang besar sekurang-kurangnya bagi yang satu ini.' Kata si kecil itu. Kita Memang tidak bisa bermanfaat bagi dunia yang luas, tapi setidaknya kita bisa bermanfaat bagi orang di sekitar kita yang membutuhkan. Jadi kenapa kita tidak memulai berbauat seseutau yang berharga, mulai hari ini.

    Karena satu hal yang kita lakukan dan bermanfaat bagi seseorang lebih berharga dari pada kita hanya berandai tangan.
    READ MORE - Bintang laut

    uangku diganti lebih oleh ALLAH

    Uang ku diganti lebih oleh Allah
    Seperti biasa hari kamis kemarin, saya sedang berpuasa senin kamis, saat merayapi jalanan ibu kota yang memang padat hari itu, memang melelahkan,disamping dahaga dan haus setelah seharian berpuasa, serta lelah pulang kerja dari daerah cikarang. terdengar Azan maghrib menggema, kutepikan Motorku di sebuah mesjid di bilangan MT haryono untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

    Saya pun menjalankan sholat maghrib, selesai menjalankan sholat maghrib, saya berniat berbuka dengan membeli semangkuk somay, saya periksa tas saya, ternyata hari ini saya lupa membawa dompet. tapi saya coba mencari di selipan tas ternyata saya menumukan uang-uang recehan yang memang sisa kembalian Alhamdulillah, saya membayangkan akan berbuka dengan semangkuk somay.

    Ketika saya melangkah keluar masjid saya melihat seorang yang sedang duduk di masjid itu, sambil kelihatan bingung dan mencoba mencari sesuatu di tasnya, saya coba menyapa orang itu, "Assalamualaikum" sapa saya, Orang tersebut masih kelihatan mencari sesuatu walau dengan tergagap dia menjawab "waalaikumsalam wr.wb", "kenapa pak mencari sesuatu" tanya saya waktu itu.

    orang tersebut hanya diam, "iya dompet saya hilang dik" jawabnya, "hilang dimana pak" tanya saya kepadanya. "entahlah" jawabnya, "Saya a bingung tidak punya ongkos pulang", waduh dalam hati saya berkata saya kasih uang orang itu atau tidak ya...kan uang ini cuma yang saya punya, lagian inikan buat beli somay buat buka puasa, apakah saya akan memberi uang ini pada orang itu. sesaat perdebatan hati saya terus berkecambuk, nanti saya engga buka lagi. tapi kasihan bapak ini nanti dia tidak bisa pulang lagi...begitulah hati ini berdialog waktu itu

    Setelah beberapa saat tertegun, dan berdialog dengan hati ini yang sebenarnya berat untuk memberi, tapi entah kenapa hati nurani ini merasa iba, saya ulurkan uang RP 20.000 yang tersisa, karena hari itu dompet saya tertinggal dirumah. "ini pak buat ongkos.." kata saya kepada orang itu,sambil menyerahkan selembar uang Rp.20.000

    Setalah orang itu pergi setalah mengucapkan terimakasih, saya duduk di masjid itu, perang dihati masih berkecambuk, ditambah rasa lapar karena saya belum buka, sedikit sesal terjadi pada diri saya, kenapa saya memberi uang itu semuanya tidak sebagian saja, kan bisa beli somay pikir saya. Tapi setengah hati lain saya teringat sebuah ayat alquran yang berisi ''Dan hendaklah orang yang disempitkan rezekinya bersedekah.' (QS Ath-Talaq ayat 5.), saat itu yang saya lakukan hanya mengikhlaskan saja, lagian cuma Rp 20.000 engga buat saya miskin toh, dan buat apa saya berpuasa kalau hanya rasa lapar sesaat tidak bisa saya tahan.

    Iseng tangan saya merogoh tas Mencari-cari sesuatu saya mendapatkan permen dan uang Rp 1000, Alhamdulillah pikirku,dan uang itu saya belikan aqua gelas, Alhamdulillah haus ku sudah hilang, setelah itu saya melaju pulang ke rumah.

    Sesampai dirumah Seorang tetangga datang bertamu, dengan mengantarkan rantang susun 4, ternyata isinya banyak sekali makanan, ternyata tetangga saya itu habis selamatan atas kelahiran bayinya. setelah tetangga saya pulang saya buka banyak sekali terdapat makanan disana. hati ini tiba-tiba tersadar. bukanya tadi aku ketakutan akan lapar, Astagfirullah.. ternyata Allah mengganti uang Rp 20.000 dengan balasan yang berlipat ganda, dan Allah telah menepati janji-Nya.

    Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui". {Qs. Al Baqarah (2) : 261}

    Allahu Akbar.. Alhamdulillah... terima kasih atas hikmahnya ya Allah...

    Depok, 12 Juni 2008
    Erwin Arianto
    Hak cipta selamanya oleh Allah © Subhanahu wa Ta'ala materi dapat disalin dan disebarkan (syukur-syukur ...) dengan mencantumkan
    READ MORE - uangku diganti lebih oleh ALLAH

    Pahala menafkahi keluarga

    Pahala Menafkahi Keluarga

    Kepada setiap kepala keluarga, perhatikanlah kabar-kabar gembira yang menunjukkan betapa besar nikmat Allah subhanahu wata'aala untukmu! Betapa sempurnanya karunia dan pemberian yang dikaruniakan-Nya atasmu! Dia telah mengaruniaimu keturunan yang dengannya dapat menghiasi kehidupanmu, melapangkan dadamu dan memperbanyak keturunanmu, serta menambah pahalamu kelak di akhirat.!

    Kerasnya tantangan kehidupan dalam mencari rizki, beratnya beban tanggung jawab yang melelahkan dan debu-debu tanah yang menempel seakan begitu berat, tampak di wajahmu dalam perjuangan (jihad) terbesar dan ibadah paling mulia
    bagimu itu. Karenanya, janganlah bersedih! Itu adalah Sunnatul Hayah (tradisi kehidupan). Di situlah, kamu dicetak dan dengannya kamu diciptakan. Namun bagi orang yang memahami syariat Allah subhanahu wata'aala, maka hal itu menjadi demikian manis dan baik, sementara bagi orang yang menentang syariat-Nya, maka itu menjadi kesengsaraan dan kesia-siaan.

    Keutamaan Memberi Nafkah Keluarga

    Hanya orang yang jiwa kelelakiannya telah terpatri dalam hatinyalah yang dapat bersedih atas keluh-kesah keluarganya. Dan dalam hal ini, sama saja antara seorang budak dan orang merdeka, seorang Mukmin dan orang kafir. Hanya saja, seorang Mukmin yang tulus menjadikan jalan keluar atas keluh-kesah keluarganya itu sebagai bagian dari ibadah kepada Allah subhanahu wata'aala dan sebagai sarana mencari ganjaran dan pahala dariNya, karena ia mengetahui bahwa Allah subhanahu wata'aala telah menjadikannya pemimpin atas keluarganya dan telah memerinci mengenai hal itu dalam sebuah
    firman-Nya melalui lisan Nabi-Nya, Muhammad shallallahu 'alahi wasallam, Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya. Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin bagi keluarga di rumahnya, dan ia bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya itu."(Muttafaqun 'alaih).

    Allah subhanahu wata'aala juga menjanjikan pahala yang agung baginya dan keutamaan yang besar atas nafkah yang dikeluarkan dan perawatannya bagi anak-anaknya. Dari Sa'd radhiallahu `anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alahi wasallam berkata kepadanya,"Sesungguhnya, sebesar apapun nafkah yang engkau keluarkan atas keluargamu, maka engkau diberi pahala (atas hal itu), sekali pun sesuap yang engkau sodorkan ke mulut isterimu." (HR.al-Bukhari)

    Dalam hadits yang lain, dari Ka'ab bin 'Ujrah radhiallahu `anhu, ia berkata, "Pernah suatu ketika, seorang laki-laki melintas di hadapan Nabi shallallahu 'alahi wasallam, lalu para shahabat beliau melihat betapa keuletan dan semangat orang itu, sehingga membuat mereka kagum, lalu mereka berkata, Wahai Rasulullah, andaikata hal ini termasuk di jalan Allah subhanahu wata aala.?" Maka Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, 'Jika ia keluar untuk berusaha menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka itu termasuk di jalan Allah subhanahu wata'aala. Dan jika ia keluar untuk
    berusaha dengan penuh riya` dan kesombongan, maka itu termasuk di jalan setan." (Shahih al-Jami', 2/8)

    Dalam salah satu peperangan, pernah Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah berkata kepada teman-temannya, "Tahukah kalian suatu amalan yang lebih utama dari apa yang kita lakukan saat ini (berperang).?" Mereka menjawab, "Kami tidak mengetahui hal itu." Ia berkata, "Aku tahu itu." Mereka mendesak, "Apa itu.?" Ia menjawab, "Laki-laki suci yang memiliki tanggungan keluarga, shalat di malam hari, lalu memandangi anak-anaknya yang sedang tidur dalam keadaan aurat tersingkap, lalu ia menyelimuti dan menutupi mereka dengan pakaiannya. Maka, amalannya itu adalah lebih utama dari kondisi kita ini."

    Bagi yang menjadi tulang punggung keluarga! Hendaknya bergembira karena dijanjikan surga oleh Rasulullah subhanahu wata'aala, yakni selama kamu berada di dalam Jihad Tarbiyah, saat kamu menanggung bebannya, bersabar atas
    keletihan yang dirasakan dan berjuang melawan kesulitan-kesulitannya! Bila kamu merasa permasalahanmu demikian pelik dan seakan membuat frustasi, maka lihatlah karunia yang diberikan Allah subhanahu wata'aala kepadamu.Ketika itu, pasti kamu akan merasakan kesabaran memenuhi seluruh relung-relung hatimu, menghapus kesedihanmu, dan memantapkan langkahmu untuk menempuh celah-celah Tarbiyah.

    Ingatlah, terkadang para pesedekah mengeluarkan sedekahnya sekali dalam setahun, atau sekali dalam sebulan. Tapi kamu? Dengan mendidik keluarga dan mereka yang berada di bawah tanggunganmu, kamu adalah pesedekah abadi; dengan harta, jiwa, kasih sayang dan kebapakanmu! Dalam hadits yang diriwayatkan dari al-Miqdam radhiallahu `anhu, ia berkata,
    "Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Makanan yang kamu berikan kepada dirimu, maka itu sedekah untukmu; dan makanan yang kamu berikan kepada isterimu, maka itu sedekah untukmu; dan makanan yang kamu berikan
    untuk pelayanmu, maka itu sedekah untukmu." (Shahih Ibn Majah, 1739)

    Janganlah bersedih, lihatlah bagaimana Allah subhanahu wata'aala mengaruniaimu dua kali nikmat:

    a.. Pertama, Saat Dia menganugerahimu keluarga yang bisa jadi Dia tidak menganugerahkannya kepada orang lain. Dia telah berkenan mengaruniaimu keturunan, namun tidak memberikannya kepada orang lain. Dia berkenan memberikanmu anak, namun tidak memberikannya kepada orang lain. Renungkan apa yang diberikan-Nya kepada Rasul-Nya tentang hal itu, (artinya) "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan..." (QS.ar-Ra'd:38) Nikmat mendapatkan anak merupakan nikmat yang besar, yang wajib disyukuri dan untuk melakukannya dituntut suatu perjuangan. Dan ini baru dalam satu nikmat yang faedahnya tidak terhingga banyaknya.

    b.. Kedua, saat Dia menjadikan tanggung jawabmu atas anak-anak dan jihadmu dalam mendidik dan menumbuhkembangkan mereka sebagai salah satu pintu kebaikan bagimu di akhirat kelak, saat dan tempat Dia mengampunimu dan menambahkan pahala bagimu karenanya.

    Anak Perempuan dan Pahala Besar

    Masih saja ada wajah-wajah yang kecewa, cemberut, dan murung manakala mengetahui anak yang barusan lahir dari perut isterinya berkelamin perempuan padahal sejak awal, Islam telah mengharamkan kebiasaan mengubur hidup-hidup anak-anak perempuan yang dilakukan pada masa Jahiliah, dan mewajibkan berbuat baik kepada mereka. Hal ini tampak jelas dalam firman Allah subhanahu wata'aala, (artinya) "Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah."(QS.an-Nahl:58),

    Qatadah berkata, "Ini adalah perangai orang-orang Musyrikin Arab, dan Allah subhanahu wata'aala memberitahukan kepadamu kebusukannya. Adapun seorang Mukmin, maka ia sungguh rela dengan apa yang telah diberikan Allah subhanahu wata'aala kepadanya. Dan apa yang ditakdirkan baginya adalah lebih baik dari diri seseorang. Sungguh, aku tidak tahu, apa itu kebaikannya? Sungguh, betapa banyak bocah perempuan adalah lebih baik bagi keluarganya daripada
    bocah laki-laki. Bila Allah subhanahu wata'aala memberitakan kepadamu perangai mereka itu (orang-orang Musyrikin), maka hendaklah kamu jauhi dan berhenti darinya. Dulu, salah seorang dari mereka sudi memberi makan anjingnya namun tega mengubur hidup-hidup anak perempuannya."

    Orang yang bersedih karena kelahiran bayi perempuannya adalah orang yang tidak memahami bahwa Sang Pemberi anak laki-laki dan perempuan itu adalah Allah subhanahu wata'aala. Dia berfirman, "Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki.Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (QS.asy-Syuro:49-50) Para ulama berkata, "Allah subhanahu wata'aala mengedepankan penyebutan perempuan atas laki-laki untuk memberikan karunia kepadanya (Perempuan). Karenanya, Dia memulai penyebutan diri perempuan sebelum laki-laki."

    Mengenai betapa besar pahala yang diberikan kepada orangtua yang dianugerahi anak-anak perempuan, simak hadits yang diriwayatkan dari 'Uqbah bin 'Amir al-Juhani radhiallahu `anhu, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Siapa saja yang memiliki tiga orang puteri, lalu bersabar, memberi makan, memberi minum dan memberi pakaian mereka dari hartanya, maka mereka kelak akan menjadi penghalang (tameng) baginya dari sentuhan api neraka." (Shahih al-Jami':534) Dalam hadits lain yang mirip dengan itu disebutkan, bahwa bukan hanya bagi yang memiliki tiga orang anak perempuan, bahkan seorang anak perempuan pun, bilamana ia memberikan tempat tinggal, mengasihi dan menanggung mereka, maka dipastikan ia masuk surga. (HR.Ahmad)

    Berbahagialah karena mendapatkan rizki berupa anak-anak, yang merupakan kebaikan-kebaikan bagimu kelak setelah meninggalkan dunia yang fana ini. Bila kamu memberikan pendidikan yang baik kepada mereka, niscaya mereka akan
    menjadi anak-anak yang shalih lagi beriman. Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Bila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: Sedekah jariyah, Ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang berdoa untuknya." (HR. Muslim).

    Semoga kita tidak menyia-nyiakan peluang yang teramat berharga ini.

    (SUMBER: "Ila Shahib al-'Iyal", Divisi Ilmiah Pada Penerbit Dar Ibn Khuzaimah, Riyadh), Abu Shofiyyah )
    READ MORE - Pahala menafkahi keluarga

    "Tua itu pasti. Dewasa itu pilihan. Bijaksana itu ?"

    Sungguh Kagum terhadap seorang "guru" yang sangat bijaksana memberi saya petuah tentang hidup dan permasalahan yang saya hadapi. Guru saya menjelaskan bahwa sebenarnya untuk bisa dinilai sebagai seorang bijak bukanlah pengetahuan ataupun pengalaman yang penting, tetapi bersedia untuk lebih
    mementingkan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri. orang mulai dinilai bijak apabila ia sudah dapat menyadari kekosongan atau menghilangkan rasa egonya.

    Bijaksana tidak bisa dilihat dari umur seseorang. Bijaksana adalah suatu pola pikir yang santun dan bertanggung jawab dalam melihat suatu masalah yang ada. Bijaksana hanya biasa terwujud jika kita dapat mengendalikan emosi kita, dan melihat masalah dari berbagai kaca mata. Sehingga keputusan yang diambil adalah keputusan yang santun dan bertanggungjawab.

    Kebijaksanaan seseorang juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan, masa lalu, pendidikan, dan iman.Tetapi menjadi bijaksana dapat dilatih, dapat dipelajari, dan akhirnya dapat diamalkan. lalu bagaimana cara kita menjadi bijaksana.

    1.selalu mengevaluasi diri apa adanya (kekuatan dan kelemahan) sebelum mengevaluasi orang lain,sekaligus mau mengakui kelemahan diri kita
    2.selalu memprioritaskan pengunaan sumberdaya secara optimum (tidak boros) tanpa merugikan pihak lain;
    3.berempati terhadap orang lain yang sedang mengalami duka atau sukacita;
    4.menahan emosi (bersabar dan menahan amarah) atas kritik orang lain tentang diri kita;
    5.menjadi pendengar dan pembicara yang baik (ucapan,bahasa tubuh,kadar emosi);
    6.merespon pendapat orang lain tanpa harus menyakiti orang tersebut; dan hendaknya memberi jalan keluarnya;
    7.berpenampilan murah senyum dan tidak kikir menghargai orang lain;sekaligus menihilkan sifat menyakiti orang lain;
    8. menunjukkan kerendahan hati namun tidak rendah diri kecuali di hadapan Allah;
    9.selalu menambah ilmu pengetahuan utamanya agama dan memanfaatkannya demi rahmatan lil alamin;
    10.Mensyukuri apapun yang diberikan Allah kepada kita;11. mengurangi rasa kesedihan atas kehidupan yang keras; bersabar dan siap-siaplah menerima pertolongan yang segera datang dari Allah;

    Bijaksana bukan tuntutan, tetapi seharusnya sudah inheren bagi diri kita. Makhluk tuhan yang hidup dalam banyak ragam kehidupan. Karena kehidupan yang normal adalah adanya keseimbangan

    hidup. Orang yang bijak akan sayang terhadap sesama. Berbeda dengan orang-orang yang hidup penuh dengan kebencian, dimana kepuasan bathinnya adalah menghancurkan orang lain.Dengan bisa bersikap bijaksana, kehidupan yang kita jalani akan lebih baik dan bermanfaat bagi kita. mari kita mencoba menjadi lebih bijak dalam hidup dan kehidupan ini.

    "Tua itu pasti. Dewasa itu pilihan. Bijaksana itu¡Ä?"

    Depok 15 January 2008
    READ MORE - "Tua itu pasti. Dewasa itu pilihan. Bijaksana itu ?"